Bukti Cinta Abdullah bin Zaid Pada Nabi SAW Dibawa Hingga Pada Pandangan Terakhirnya

201 views

Rasa cinta sahabat pada Nabi tak lekang oleh waktu tak lapuk oleh hujan dan tak luntur akan masa. Demi kecintaannya pada Nabi betapa banyak pengorbanan para sahabat yang dilakukan.

Pada suatu hari ada sebuah cerita, Abdullah bin Zaid radhiallahu ‘anhu, tengah berada di perkebunannya. Lantas anaknya datang, meberi kabar kalau Nabi telah wafat. Ia berucap,

“Ya Allah, hilangkanlah penglihatanku. Sehingga aku tidak melihat seorang pun setelah kekasihku, Muhammad.”

Ia katupkan dua tapak tangannya ke wajah. Dan Allah mengabulkan doanya (Syarah az-Zarqani ‘ala al-Mawahib ad-Diniyah bi al-Manhi al-Muhammadiyah, Juz: 8 Hal: 84).

Pemandangan yang paling indah bagi para sahabat adalah memandang wajah Rasulullah.

Abdullah bin Zaid ingin, pandangan terakhirnya adalah wajah Nabi. Saat memejamkan mata, ia tak ingin ada bayangan lain di benaknya. Ia hanya ingin muncul wajah yang mulia itu.

Loading...

Seorang sahabat dari Habasyah Bilal radhillahu ‘anhu, seorang Muadzin Rasulullah. Walaupun maut menjemputnya Cintanya pada Nabi terus bertumbuh. Karena kehilangan Bilal, keluarganya sangat bersedih dan mengatakan, “Betapa besar musibah!”

Bilal menanggapi, “Betapa bahagia! Esok aku berjumpa dengan kekasih; Muhammad dan sahabat-sahabatnya.” (Rajulun Yatazawwaju al-Mar-ata walahu Ghairuha, No: 285)

Begitu sangat tulusnya Cinta para sahabat pada Nabi sedangkan kita, kita tak jua mencintai sebagaimana yang dilakukan para sahabat. Kita hanya mengaku-ngaku cinta pada beliau.

Tags: #Akhirup id #Cinta Nabi #Sahabat Nabi