Cara Buka Puasa Sesuai yang Diajarkan Rasulullah SAW

263 views

Waktu berbuka puasa adalah momen yang dinanti-nanti serta sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seluruh umat islam yang berpuasa Ramadhan.

Beragam hal unik yang dikerjakan untuk menanti waktu berbuka puasa, seperti membaca Al Qur’an, dzikir, ngabuburit dll.

Allah berfirman dalam al-Qur’an:

ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“…..…..Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.” (QS. Al-Baqarah :187)

Dalam hadits juga dijelaskan mengenai waktu buka puasa yang diriwayatkan dari Umar bin Khaththab yang diriwayakan oleh Bukhari dan Muslim,

Loading...

bahwa Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila malam telah datang dan siang beranjak pergi serta matahari telah terbenam maka orang yang berpuasa telah waktunya berbuka.”

Ustadz Dr. Raehanul Bahraen hafidzhahullah, memberikan tata cara berbuka puasa sesuai yang diajarkan Nabi adalah:

1. Baca Basmillah.
Sebelum makan jangan sampai lupa untuk mengucapkan “Bismillah”.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻛَﻞَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺬْﻛُﺮِ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻓَﺈِﻥْ ﻧَﺴِﻰَ ﺃَﻥْ ﻳَﺬْﻛُﺮَ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻓِﻰ ﺃَﻭّﻟِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻞْ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻭّﻟَﻪُ ﻭَﺁﺧِﺮَﻩُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala.

Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.

Ketika berbuka bisa dengan ruthab (kurma basah) atau tamr (kurma kering) atau seteguk air.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮ ﻝُ ﺍﻟﻠِّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪً ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻔْﻄِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﻃَﺒَﺎﺕٍ ﻗَﺒْﻞَ ﺃََﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺭُﻃَﺒَﺎ ﺕٌ ﻓَﻌَﻠَﻰ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٍ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢ ﺗَﻜُﻦْ ﺣَﺴَﺎ ﺣَﺴَﻮﺍﺕٍ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr),

jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air”. [HR. Ahmad, Abu Dawud, sanadnya shahih]

2. Membaca Doa
Nabi membaca doa ini kerika akan berbuka puasa

ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠّﻢَ، ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈّـَﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّـَﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ، ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam apabila telah berbuka puasa, beliau berdoa:

ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈّـَﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّـَﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ، ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ

“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaallah.”

“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.” [HR. Abu Dawud, lihat Shahih al-Jami’ 4/209]

Berdasarkan hadis ada dua cara mengapa berbuka dengan cara ini:

Pertama, lafadz hadis ( ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ), “telah berbuka” berarti beliau telah berbuka dengan kurma atau minum air.

Kedua, kalimat doa  (ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّـَﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ),“telah basah kerongkongan” hal ini menunjukkan bahaw sudah makan dahulu dengan pembuka.

So, doa buka puasa bukan dibaca sebelum berbuka. Doa berbuka puasa yang cukup terkenal, tetapi  sanadnya dhaif, adalah:

ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ ﻭَﺑِﻚَ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ

“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu”

(Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka).”

Mulla ‘Ali Al Qari mengatakan: “Tambahan ‘wa bika aamantu ‘ adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna do’a tersebut shahih”. [Mirqatul Mafatih, 6/304].

Tags: #Buka Puasa #Doa Berbuka #Sunnah Nabi