Cara Cepat Baikan Dengan Suami Setelah Bertengkar

841 views

Setiap hubungan mungkin pernah dibumbui dengan pertengkaran. Suami istri bertengkar pun mungkin sudah sangat lumrah terjadi.

Pertengkaran antar suami istri dapat dipicu oleh banyak hal, salah satunya adalah perbedaan pendapat.

Menurut Dr. Devie Rachmawati, M. Hum., CPR., Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi, Universitas Indonesia, ditemui dalam acara peluncuran kampanye ‘Mari Bicara, Indonesia!’ kemarin (15/01), perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dimiliki sepasang suami istri.

Devie juga meyebutkan bahwa anak kembar pun tidak luput dari perbedaan pendapat.

“Perbedaan pendapat antar suami istri itu biasa, karena memang setiap individu itu berbeda. Bahkan, orang kembar identik saja berbeda,” jelasnya.

Meskipun suami istri akan sering bertengkar karena perbedaan pendapat, Devie menyarankan agar pasangan tersebut mencari jalan keluar dan tidak larut dalam pertengkaran.

Loading...

Devie juga menjelaskan kiat mudah untuk berdamai setelah suami istri bertengkar.

Cara Agar Cepat Baikan Setelah Bertengkar
Menurut Devie, cara mudah meredam emosi atau amarah adalah dengan menyugukan makanan dan minuman.

“Celah untuk meredakan amarah seseorang adalah dengan memberinya makanan atau minuman. Dengan meyugukan makanan atau minuman, pasti akan terjadi komunikasi yang mengurai kemarahan,” ungkap Devie.

Kenapa makanan bisa meredam amarah ya, Bunda?

“Sebenarnya saat berada dalam konflik, semua orang pasti merasa dirinya benar dan tidak ada yang merasa dirinya salah. Jadi perlu penengah, yaitu makanan atau minuman teh.”

“Dalam agama Islam pun dikatakan, saling memberilah kamu, maka akan menimbulkan cinta. Bisa jadi, makanan atau minuman tadi adalah transmisi perasaan cinta yang akan mencairkan suasana,” tambahnya.

Keajaiban Mengalah dan Makanan Saat Melerai Konflik
Devie juga menyarankan dalam konflik apapun, termasuk konflik suami istri agar ada salah satu orang yang mengalah.

“Dalam setiap konflik, nantinya tidak akan ada yang menang. Semuanya akan tersakiti dan hubungannya akan rusak. Jadi dalam konflik harus ada 1 orang yang mundur, dan ingat bahwa mundur tidak selalu artinya kalah. Mundur (diam) adalah cara mengambil jarak agar masing-masing orang bisa melihat kebenaran,” jelasnya.

Agar fase mundur atau diam ini tidak berkelanjutan, Devie menyarankan agar salah satu orang menyuguhkan makanan atau minuman untuk mencairkan suasana.

Devie menganggap, makanan juga telah menjadi budaya diplomasi sejak dulu. Misalnya, saat Lebaran orang merayakan dengan makan dan minum, serta banyak perayaan lainnya yang dirayakan dengan makan dan minum.

Makanan dan minuman memang merupakan bahasa yang universal. Bahkan bagi mereka yang berbeda ras atau budaya, responnya akan sama ketika disuguhkan makanan atau minuman.

Sumber: theasianparent.com

Tags: #Meredam Emosi #Obat Pertengkaran #Pasangan Bertengkar