Cara Istri Menyikapi “Rumput Tetangga Lebih Hijau”

153 views

Cerita seorang teman mengenai keluarganya yang nyaris sempurna mulai dari memiliki suami yang angat penayyang hingga memiliki anak yang pintar hingga selalu memiliki jadiwal liburan melebihi agen perjalanan.

Teman yang lainya juga bercerita dirinya yang seolah-olah merendahkan diri dan selalu pamer barang mewah yang dimiliki.

Hingga mengatakan barang mewahnya terlalu kebanyakan dan meminta saran apa yang dimiliki agar bisa manfaat untuk orang lain.

Pada jaman dahulu mungkin kebiasaannya hanya sebatas merasa resah terhadap barang-barang yang dibeli tetangga sebelah.

Akan tetapi jaman sekarang justru lebih mudah tersarang rasa iri dan merasa bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau dari pada miliki sendiri.

Lewat sosial media justru lebih mudah dari pada melongokan kepala keluar rumah tanpa kita harus melihat keluar rumah juga tanpa ada batasan dan jarak.

Loading...

Sehingga hal itulah yang memicu timbulnya rasa iri karena secara tidak sadar membanding-bandingkan dengan kehidupan orang lain.

Sebenarnya tak ada masalah jika kita membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain selama kita menjadikannya sebagai motivasi, inspirasi, memperbaiki diri serta demi meraih tujuan tertentu.

Akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya, bukan dijadikan sebagai motivasi melainkan membuat kita merasa stress, merasa tidak aman serta tidak merasa percaya diri.

Terkadang semakin tidak kompeten ketika melihat teman gajinya lebih tinggi, merasa tidak layak menjadi seorang ibu ketika anak tetangnnya selalu mendapatkan nilai lebih tinggi dan ketika melihat perempuan lain lebih cantik dan mulus ia minder dan merasa tidak menarik.

Semakin kita membandingkan maka kita akan semakin merasa tidak beruntung sebab seberapapun sempurna akan sselalu ada yang lebih sempurna. Seberapa pun kayak akan selalu ada orang yang lebih kaya dan lebih beruntung lagi.

Karena Tidak Bahagia
Seorang psikolog di Amerika Serikat Sonja Lyubomirsky mengatakan bahwa orang yang tidak bahagia adalah orang yang suka membadningkan dirinya dengan orang lain yang lebih hebat.

Sedangkan orang yang bahagia adalah orang yang melihat orang lain yang kurang beruntung darinya sehingga ia senantiasa bersyukur dan merasa lebih baik.

Selain itu orang yang tidak bahagia adalah lebih sensitif terhadap orang sekitarnya yang terlihat lebaih baik darinya. Sementara orang yang bahagia lebih menggunakan standar internal ketika menilai seseorang.

Ketika menjadi seorang ibu yang bahagia maka ia tidak membandingkan masakannya lebih enak dari ibu lainnya sebab ia memiliki standar tersendiri bagi masakannya.

Lantas apa yang harus kita lakukan ketika kita mulai membanding-bandingkan dan merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiir serta dengan apa yang dimiliki?

Katakan STOP!
Jika sudah memiliki pemikiran demikian alangkah lebih baik gunakan untuk berpikir hal yang lebih bermanfaat.

Putus Kegiatan Berpikir Membanding-bandingkan di Kepala Anda
Untuk mencegahnya maka lakukan kegiatan yang membuat kita merasa bahagia, merasa damai serta memiliki keinginan rasa ingin tahu yang tinggi.

Bisa mendengarkan musi, bertemu sahabat juga bisa membaca buku juga melakukan hal yang bisa meningkatkan denyut jantung misal seperti jalan cepat.

Jika hal ini tidak dihentikan maka anda terus menerus memikirkan juga melebih-lebihkan serta semakin tidak merasa nyaman dengan diri anda sendiri.

Dengan melakukan kegiatan fisik maka pikiran akan teralihkan serta lebih berenergi. Sehingga ketika sudah demkiian maka akan memiliki cara berpikir yang berbeda dengan sebelumnya.

Sehingga yang dulunya terasa begitu penting akan berubah menjadi tidak penting.

Yang sebelumnya anda berpikir dia memiliki kelebihan anda pun akan merasa bahwa anda juga memilikki kelebihan. Serta anda akan memiliki pemikiran yang lebih luas lagi.

Kita harus memiliki pemikiran apa sebenarnya yang membuat dia pemer? Benarkah dia bahagia dan itulah caranya mensyukurinya atau hal itu hanya sebagai perwujudan kekurangan dia?

Jika demikian kitalah yang haras merasa kasihan. Sehingga tak pantas bagi kita untuk membanding-bandingkan diri kita dengan siapapun.

Kenapa harus membdingkan diri anda dengan orang lain sedangkan ada satu orang pun di dunia ini yang bisa melakukan dengan lebih baik untuk menjadi anda selain diri anda sendiri. [ummi-online.com]

Tags: #Lebih Hijau #Membandingkan #Rumput Tetangga #Stop Membandingkan