Cara Menghadapi Mertua yang Selalu Merasa Benar

1913 views

Pernikahan selalu memiliki cerita tersendiri dan memiliki tantangan tersendiri bagi keduanya. Konflik yang mereka hadapai berbeda, banyak hal yang terjadi dan tak bisa dihindari namun itulah cobaan rumah tangga yang harus dihadapi sama-sama.

Seperti cerita salah satu istri yang memiliki suami belum mendapatkan pekerjaan dalam setahun pertama pernikahannya.

Sehingga kebutuhan keluarga dia yang mencukupi sebab ia merasa bahwa uang suami atau istri adalah uang bersama.

Namun keadaan berubah, ketika mertua merasa tidak terima dengan keadaan, ketika main kerumah mertua selalu ada yang diomongin, walau istrinya yang beli dikatakan sebagai rongsokan, masakan istri dikatakan lembek.

Walau suami sudah bekerja namun ibunya semakin menjadi, ketika dikasih uang masih merasa kurang.

Sebagai suami dan istri hanya diam melihat tingkah ibu sekaligus mertuanya tersebut, lantas bagaimana seharusnya bersikap karena sebagai istri juga merasa kesal bahkan mengungkit masa lalu yang semua kebutuhan istri yang mencukupi.

Loading...

Jawaban:
Sebagai istri tentu sedih ketika memiliki mertua yang tidak pengertian, tentu akan merasa serba salah, akan tetapi sebagai istri harus mengingat bahwa mertua adalah orang tua suami yang juga orang tua kita. Meski ia sudah menjadi suami kita namun ia tetap milik ibunya sebagaimana hadits:

Diriwayatkan bahwa Aisyah Radiyallaahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalam,

”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)

Sebagai istri kita harus membayangkan betapa sulitnya mengandung, membesarkan anak hingga dewasa, lalu kemudian anak tersebut menikahi dengan seorang wanita yang hanya memberikan semua hasil kerjanya kepada sang istrinya.

Jika itu terjadi kepada kita bagaimana perasaan kita? mungkin kita akan merasakan hal yang sama yaitu merasa cemburu yang apda wanita yang merebut anaknya. Hal ini sama dengan perasaan cemburu sang mertua saat ini.

Sebagai istri dan orang yang lebih muda, maka kitalah yang harus mengerti dan berusaha berempati kepada orang yang lebih tau lebih tepatnya mertua kita, ketika memiliki perangai yang buruk.

Kita harus tetap berbuat baik meskipun sikap mertua kita kurang baik, karena walau bagaimana pun ia orang tua kita sendiri.

Jika kita mau bersabar maka kita akan mendapatkan pahala yang besar. Dengan izin Allah ketika kelak kita memiliki menantu maka kita akan mendapatkan menantu yang memperlakukan kita dengan baik.

Sebagai istri kita harus menyuruh suami bersikap baik kepada ibunya. Jangan membuat suami sedih dan bingung karena sikap ibunya dan sang istri malah ngambek, minta keinginanya dituruti sehingga membuat suami merasa tertekan.

Cobalah bersyukur karena tidak tinggal kerumah dengan mertua , sehingga bisa mengatur urusan rumah tangga sendiri bersama sang suami tanpa campur tangan mertua.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa uang yang dipakak sebagai kebutuhan terdahulu biarkan menjadi sedekah bagi diri sendiri dan semoga mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Jangan menghilangkan pahala dengan mengungkit kembali terutama di depan suami. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS. al-Baqarah: 264)

“Ada tiga golongan di hari kiamat di mana Allah tidak berbicara, tidak melihat dan tidak pula mensucikan mereka dan bahkan bagi mereka siksa yang pedih, yakni orang yang melabuhkan sarungnya hingga telapak kaki, orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya dan orang yang menawarkan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)

Demikianlah semoga jawaban ini bermnafaat, sehingga bisa memperbaiki rumah tangga. [ummi-online.com]

Tags: #Cara Hadapi Mertua Menang Sendiri #Tips Hadapi Mertua Suka Benar