Cara Menyelesaikan Masalah Istri Selingkuh Dalam Islam

1175 views

Permasalahan Istri Selingkuh
Permasalahan Istri Selingkuh bukanlah hal yang asing lagi, lalu bagaimana bagi seorang suami menyikapi hal tersebut?

Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh seorang suami. Ia bercerita tentang istrinya yang selingkuh padahal pernikahannya sudah menginjak 8 tahun.

Suami mana yang tidak hancur hatinya ketika melihat istrinya selingkuh terlebih lagi jika istrinya ketahuan hamil sedangkan dirinya ketika berhubungan badan dengan istrinya selalu menggunakan alat pengaman.

Pada akhirnya istrinya mengaku bahwa bayi yang ada didalam kandungannya adalah perbuatan terkutuk bersama laki-laki lain.

Suami mana yang tidak merasa hancur ketika melihat istrinya berzina apalagi sudah memiliki 2 buah hati dan masih kecil tentu tidak akan sampai hati untuk menyampaikan hal tersebut kepada anaknya.

Mungkin benar istrinya benar-benar menyesal dan akan diterima kembali oleh suaminya, namuan bagaimana dengan janinnya?

Loading...

Karena hati-hati laki-laki pun tidak akan terima ketika tetap melihat istrinya hamil semakin membesar bahkan hingga melahirkan, tentu akan membuat suaminya tidak tahan diri karena tetap mengingat hal-hal yang menyakitkan.

Sehingga suaminya meminta istrinya untuk menggugurkan kandungannya. Lalu bagaimana hukumnya?

Solusi Kasus Istri Selingkuh
Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, S.S., M.A. Apapun alasannya yang namanya aborsi hukumnya tetaplah “HARAM”, karena bayi yang ada didalam kandungan istrinya tidaklah bersalah sehingga jika digugurkan tentu dicacat sebagai perbuatan zalim kepada cabang bayinya.

Karena didalam islam tidak disarankan untuk mempertahankan istri atau suami selingkuh. Syekh Dr. Anis Thahir mengatakan bahwa “Saya wasiatkan para suami untuk sabar dengan kekurangan istrinya, kecuali dalam tiga hal:

  • Istri Memiliki Akidah yang Rusak (Musyrikan);
  • Tidak Mau Melaksakan Shalat;
  • Berzina (Istri Selingkuh)

Tambahan Mengenai Solusi Istri Selingkuh
Menggugurkan kehamilan atau yang disebut dengan aborsi tentu dilakukan dengan sengaja, sedangkan hukum aborsi adalah haram karena dilakukan degan sengaja.

Sebab mengugurkan bayi yanga da didalam kandungan adalah perbuatan yang zalim.

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ . بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ.

Ingatlah apabila para bayi wanita perempuan yang dikubur hidup-hidup itu ditanya. Dosa apakah yang menyebabkan dia harus dibunuh.” (QS. at-Takwir: 8 – 9)

Ketahuilah bahwa Allah akan membalas setiap perbuatan manusia. Apa yang akan kita persiapkan menjadi jawaban diakhirat kelak ketika kita mengahadap Allah SWT dengan kejadian diatas tersebut.

Sebagai suami harus bisa menerima kekurangan istrinya jika memang ingin mempertahankannya.

Namun perhatikan terlebih dahulu apakah istrinya sudah bertaubat, sedangkan status anak yang berada didalam kandungannya terhitung sebagai anak anda karena anda suaminya.

Meskipun seandainya anak tersebut bukanlah anak anda namun tetap saja statusnya adalah anak anda jika anda ingin memeprtahankan istri anda.

Inilah Dalilnya: Dari A’isyah Radliallahu ‘anha, Utbah bin Abi Waqqas berpesan kepada saudaranya Sa’d bin Abi Waqqas ia berkata bahwa mengizinkan budaknya untuk diambil karena anak budaknya adalah anakku.

Pada masa menakkukan kota mekah sa’d pun mengambil budak tersebut. Abd bin Zam’ah tiba-tiba angkat suara dan berkata bahwa dia saudarku karena dia anak budah bapakku. Ketika wanita tersebut menjadi budak ia dilahirkan.

Merka berdua berdepat tepat didepan Rasulullah SAW. Sa’d berkata bahwa ia anak dari saudaraku dan membela diri bahwa ia mirip dengannya.

Sedangkan Abd bin Zam’ah juga membela bahwa ia saudaraku, anak dari budak bapakku pada saat ibunya menjadi pasangan ayahku.

Dan Rasulullah pun memutuskan bahwa anak tersebut adalah anak Abd bin Zam’ah, llau beliau bersabda

الوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلعَاهِرِ الحَجْرُ

Anak itu menjadi hak pemilik firasy, dan bagi pezina dia mendapatkan kerugian.” (HR. Bukhari dan muslim)

Maksud Hadis:
Ketika wanita atau budak wanita menikah dengan seorang laki-laki maka wanita tersebut menjadi firsy bagi pasangannya atau bagi laki-lakinya. Sehingga laki-laki lah yang menjadi pemiliki firasy.

Sehingga setiap anak yang terlahir dari wanita tersebut adalah anaknya dengan catatan selama wanita tersebut menjadi firasy bagi laki-laki walau bisa jadi wanita tersebut selingkuh dengan laki-laki lain.

Sedangkan lelaki selingkuhannya hanya mendapatkan kerugian, artinya tidak memiliki hak sedikitpun dengan anak hasil perbuatan zinanya dengan istri orang lain. (Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi, 10: 37). [konsultasisyariah.com]

Tags: #Berzina #Istri Selingkuh #Pezina