Cerminan Tawadhu’nya Nabi SAW Nampak Pada Kejadian Ini

69 views

MAkhluk yang paling tawadhu’  adalah Nabi Muhammad. Ibnu Amir RA berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah melempar jumrah di atas unta abu-abu, tanpa menghardik dan tanpa berbuat kasar.”

Salah satu perbuatan Rasulullah yang menunjukkan atmadji’ adalah seperti menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menambal sandal, menjahit pakaian, serta seperti  membantu pekerjaan rumah tangga.

Apabila beliau berjalan dan melewati anak-anak, beliau mengucap salam kepada anak-anak itu.

Pada suatu ketika, pernah seorang laki-laki dihadapkan pada Nabi laki-laki itu gemetar takjub dengan kewibawaannya, seraya beliau bersabda kepada laki-laki itu:

“Ringankanlah dirimu, aku bukanlah seorang raja. Aku hanya putra seorang perempuan Quraisy yang memakan potongan daging kering,” (HR Al-Hakim).

Nabi berbaur duduk dengan sahabatnya seolah-olah beliau salah seorang dari mereka. Maka datanglah orang asing yang tidak tahu yang mana Nabi? Lalu bertanya tentangnya.

Loading...

Karena hal itu para sahabat meminta Nabi duduk pada tempat yang sekiranya bisa diketahui orang asing.

Para sahabat membangun tempat duduk dari tanah liat untuknya. lantas, beliau duduk di atasnya.

‘Aisyah RA berkata kepada Rasulullah, “Makanlah dengan bersandar, semoga Allah menjadikan aku tebusan untukmu. Karena sesungguhnya makan dengan bersandar itu lebih mudah untukmu.”

Perawi hadis berkata, beliau menundukkan kepala sampai dahinya hampir menyentuh tanah. Kemudian beliau bersabda: “Aku adalah seorang hamba. Aku makan sebagaimana makannya seorang hamba dan aku duduk sebagaimana duduknya seorang hamba,” (HR Abu Syaikh dari Abdullah bin Ubaid).

Rasulullah tidak makan di atas meja dan tidak pula makan dengan piring hingga beliau berpulang ke Rahmatullah. Beliau tidak pernah dipanggil oleh sahabatnya atau orang lain, melainkan menjawab: “Labbaik (aku memenuhi panggilanmu),” (HR Abu Nu’aim dari Aisyah).

Jika  para sahabat berbicara makanan atau minuman, beliau ikut berbicara dengan mereka. Jika tentang dunia, beliau juga ikut berbicara dengan kasih sayang dan tawadhu’.

Tags: #Mulia Nabi #Nabi Akhir Zaman #Tawadhu'nya Nabi