Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut yang Dijelaskan al-Qur’an

1087 views

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut al-Qur’an
Tak ada yang bisa menghindari kematian walau kita sudah berusaha untuk menghindari resiko kematian karena sifat kematian adalah memaksa.

قُل لَّوْ كُنتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

“… katakanlah (Muhammad), “Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati.” (QS. Ali Imran[3]: 154)

Siapapun yang berlindung dari kematian walau dibalik benteng yang kokoh sekalipun maka akan tetap dikejar oleh kematian.

Meski berlindung diablik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada dimuk abumi sekalipun maka tidak akan pernah bisa menghindarinya.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِ اللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

“Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, ‘Ini dari sisi Allah,’ dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, ‘Ini dari engkau (Muhammad).’ Katakanlah, ‘Semuanya (datang) dari sisi Allah.’ Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?” (QS. an-Nisa[4]: 78)

Loading...

Siapapun yang Lari dan Menghindar Akan Akan Tetap Dikejar Oleh Kamatian

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan’.” (QS. al-Jumu’ah[62]: 8)

Kematian Datang Secara Tiba-tiba

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS. Luqman[31]: 34)

Kematian Telah Ditentukan Waktunya,Tidak Dapat Ditunda atau Dipercepat

وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS, al-Munafiqun[63]: 11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Nabi Muhammad SAW Sabda: “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Nabi Muhammad SAW Sabda: “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?” (HR Bukhari)

Pendapat Para Sahabat Rasulullah SAW
Pendapat Ka’b al-Ahbar: “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Pendapat Imam Ghozali: “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Riwayat yang dikutip oleh Imam Ghozali bahwa ketika sekelompok bani israil melewati sebuah kuburan yang berdoa kepada Allah SWT untuk menghidupkan mayat yang ada didalam kuburan agar mereka mengetahui bagaimana gambaran sakaratul maut.

Dengan izin Allah tiba-tiba ada seorang laki-laki yang muncul dari salah satu kuburan dan berkata: “Wahai manusia! Apa yang kalian kehendaki dariku? Lima puluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Ketika detik-detik terakhir kematian seseorang maka tidak dapat dihitung dalam ukuran detik waktu di dunia karena proses sakaratul maut berbeda setiap orangnya.

Bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, Mustafa Kemal Attaturk, yang mengganti turki dari negara bersyariat islam menjadi negara sekular yang dikabarkan bahwa beliau telah mengalami prsoses sakaratul maut selama 6 bulan lamanya. Seperti salah satu keturunanya yang melaporkan melalui sebuah mimpi.

Sakaratul maut setiap manusia berbeda dan berbagai macam namun hal ini tidak berkaitan dengan tingkat keimanan atau pun kezaliman seseorang selama hidupnya.

Riwayat menerangkan bahwa rasa sakit sakaratul maut itu merupakan pengurangan kadar siksaan akhirat kelak.

Malaikat akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumah di akhirat kelak ketika proses sakaratul maut.

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Semoga kita senantiasa berada pada jalan yang benar serta selalu dikarunia kehiduoan yang penuh dengan hidayah, serta sellau istiqomah dalam keimanan dan semoga proses kematian kita dimudahkan oleh Allah SWT, di alam barzah, diapdang mahsyar serta dijembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya. [arrahmah.com]

Tags: #Proses Keamatian #Sakaratul Maut