Dalam Hadits: 7 Orang Ini Doanya Maqbul Oleh Allah SWT

222 views

Tak sedikit orang yang punya kesempaptan dalam memaksimalakan doanya. Padahal bisa saja mereka termasuk dari salah datu golongan orang yang doanya dijabah oleh Allah.

Setiap muslim seharusnya berdoa sebanyak mungkin memohon pada Allah kebaikan dunia dan akhirat bukan hanya hanya sibuk menumpuk harta benda dan lupa akhirat.

Inilah tujuh golongan orang yang doanya diijabah oleh Allah:

1. Doa Orang yang Sedang Puasa
Doa orang yang berpuasa akan diijabah oleh Allah.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tiga doa yang tidak ditolak ; doa orang tua terhadap anaknya ; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir”.

Loading...

(Sunan Baihaqi, kitab Shalat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa’ 3/345. Dishahihkan oelh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 1797)

2. Doa Orang Tua Pada Anaknya
Orang tua dan anak mempunyai hubungan emosional yang sangat kental. Doa orangtua akan diijabah oleh Allah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

Artinya : Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya”.

(Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do’a bi Dhahril Ghaib 2/89. Sunan At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99.

Sunan Ibnu Majah, kitab Doa 2/348 No. 3908. Musnad Ahmad 2/478. Dihasankan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 596)

3. Orang yang Dizalimi
Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”. (Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)

Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda. “Artinya : Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri sendiri”.

[Musnad Ahmad 2/367. Dihasankan sanadnya oleh Mundziri dalam Targhib 3/87 dan Haitsami dalam Majma’ Zawaid 10/151, dan Imam ‘Ajluni No. 1302]

4. Doa Seorang Musafir
Orang yang dalam perjalanan juga termasuk orang yang doanya diijabah oleh Allah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

Artinya : Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya”.

[Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do’a bi Dhahril Ghaib 2/89. Sunan At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99.

Sunan Ibnu Majah, kitab Doa 2/348 No. 3908. Musnad Ahmad 2/478. Dihasankan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 596]

5. Doa Orang dalam Keadaan Terpaksa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya : “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya,

dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ?

Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu menginga(Nya)”. (QS. An-Naml : 62)

Menurut Imam As-Syaukani manusia sangat membutuhkan Allah lebih-lebih dalam keadaan terpaksa dan terdesak yang tidak mempunyai daya dan upaya.

Dan ada sebagian ulama menjelaskan yang dimaksud terpaksa adalah orang-orang yang berdosa.

Dan menurut pendapat lain adalah orang-orang yang hidup dalam kekurangan, kesempitan atau sakit, dan harus mengadu kepada Allah.

Mengapa doa itu bisa dikabulkan karena kondisi terpaksa bisa mendorong seseorang untuk ikhlas berdoa dan sangat khusuk dalam doanya.

6. Doa Seorang Muslim Pada Muslim Lain yang Jauh
Dari Abu Darda’ bahwa dia berkata bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata :

“Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan”. [Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib].

7. Memperbanyak Berdoa Ketika Bahagia
Kadang orang berdoa ketika susah saja padahal berdoa saat senang dan bahagia doanya maqbul.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang”.

[Sunan At-Tirmidzi, kitab Da’awaat bab Da’watil Muslim Mustajabah 12/274. Hakim dalam Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam Dzahabi 1/544. Dan di hasankan oleh Al-Albani No. 2693].

Menurut Syaikh Al-Mubarak Furi makna hadits di atas adalah seorang hamba  seharusnya memperbanyak doa pada saat sehat, kecukupan dan senang bukan hanya saat butuh dan sedih.

loading...
loading...

Tags: #Doa Maqbul #DoaIjabah #Ijabah Doa