Di Dalam Jiwa Manusia Pasti Bersarang 2 Sifat Setan Ini dan Sulit Dihilangkan

168 views

Sifat yang bersarang pada diri setan pastilah sifat yang sangat buruk. Seperti  dua sifat ini yaitu khannas dan waswas.

Apa dua sifat tersebut?

Allah Ta’ala berfirman,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

“Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi.” (QS. An-Naas: 4)

Sifat waswas awalnya munculnya dari sebuah gerakan atau suara yang samar-samar. Waswas merupaka sebuah bisikan yang berbentuk godaan (gangguan) yang merasuk ke dalam jiwa.

Loading...

Kemungkinan suara samar itu  hanya didengar oleh orang yang digoda. Atau bisa juga tidak bersuara saat setan menggoda manusia.

Sifat Waswas ini terjadi berulang kepada manusia yang digodanya untuk menggoyahkan keyakinan manusia itu sendiri.

Adapun sifat  khannas adalah sifat yang sering bersembunyi saat manusia mengingat Allah (berdzikir kepada-Nya).

Dan Khannas mempunyai makna bersembunyi (ikhtifaa’) seperti yang dijelaskan ayat ini,

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلْخُنَّسِ

“Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang.” (QS. At-Takwir: 15).

Ada pendapat yang mengatakan bahwa Al-khunnas merupakan sebuah bintang yang mempunyai art (bersembunyi) karena bintang itu nampak jelas setelah bersembunyi (tidak terlihat).

Kemudian ada pendapat lainnya bahwa al-khannas dan al-waswas sama-sama termasuk nama Iblis.

 

Ibnu Taimiyah rahimahullah  Dalam Al-Kalim Ath-Thayyib, memaparkan bahwa manusia  diperintahkan oleh Allah untuk berdzikir.

Analogi dzikir sama seperti orang mengusir musuh yang dibencinya dengan cepat. Bhakan saat musuh datang tepat di depan benteng, maka kita akan terlindungi.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Jika keutamaan dzikir hanyalah ini, tentu seorang hamba akan terus membasahi lisannya dengan dzikir pada Allah Ta’aladan terus teguh dengan dzikir tersebut.

Karena yang dapat melindunginya dari musuh (yaitu setan, pen.) hanyalah dengan dzikir.

Musuhnya pun baru bisa menyerang ketika ia lalai dari dzikir. Musuh tersebut baru akan menangkap dan memburunya ketika ia lalai dari dzikir.

Namun, jika dirinya disibukkan dengan dzikir pada Allah, musuh tersebut akan bersembunyi, menjadi kerdil dan hina.

Sampai-sampai ia seperti burung pipit atau seperti lalat (binatang kecil yang tak lagi menakutkan, pen.).

Karenanya setan memiliki sifat waswasil khannas. Maksudnya, menggoda hati manusia ketika manusia itu lalai.

Namun, ketika manusia mengingat Allah, setan mengerut (mengecil).” (Al-Wabil Ash-Shayyib, hlm. 83)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Setan itu mendekam pada hati manusia. Jika ia luput dan lalai, setan menggodanya. Jika ia mengingat Allah, setan akan bersembunyi.”

(HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 13:469-470, Adh-Dhiya’ dalam Al-Mukhtar 10: 367 dengan sanad yang sahih).

loading...
loading...

Tags: #Sifat Buruk #Sifat Manusia #Sifat Setan