Doa Haid Dilengkapi Arab, Latin, dan Artinya Beserta Tata Caranya

850 views

Allah menciptakan perempuan dengan begitu istimewa dibanding dengan laki-laki. Salah satunya adalah perempuan diberi keistimewaan mentsruasi.

Mentsruasi adalah proses peluruhan dinding rahim karena terjadinya ovulasi. Hal ini juga menjadi tanda bahwa perempuan tidak sedang hamil.

Ketika seroang perempuan sedang haid maka ia tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah seperti shalat lima waktu, puasa ramadhan, bahkan jika dikerjakan akan mendapatkan dosa dan tidak diterima oleh Allah SWT.

Namun ketika darah haid sudah berhenti maka diperbolehkan untuk beribadah lagi dengan syarat mendi wajib terlebih dahulu. Berikut ini niat doa dan tata cara mandi wajib yang benar:

1. Niat dan Doa Mandi Wajib Setelah Haid
Mandi wajib setelah haid sama seperti ibadah pada umumnya, ketika mandi harus membaca niat terlebih dahulu.

Inilah pembeda antara mandi wajib dan mandi biasa. Doa ini bisa dibaca secara lisan maupun didalam hati.

Loading...
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala

Artinya:
“Saya berniat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

2. Tata Cara Mandi Wajib

  • Membaca niat
  • Membersihkan kedua tangan sebanyak 3x
  • Membersihkan bagian tubuh yang kotor menggunakan tangan kiri
  • Mengulang mencuci tangan
  • Berwuhdu
  • Membasuh kepala 3x sampai kepangkal rambut
  • Menyisir rambut
  • Mengguyut seluruh tubuh
  • Menggunakan shampo dan sabun mandi

3. Hal yang Diperhatikan Saat Mandi Wajib

  • Air yang digunakan adalah air yang suci dan menyucikan tanpa terkena kotoran yang bisa merubah bau dan sifatnya
  • Mandi wajib dihukumi sebagai pengganti wudhu’
  • Mengguyur tubuh secara keseluruhan tanpa terkecuali
  • Tidak menggunakan tutup kepala

4. Dalil Wajib Mandi Setelah Haid
Inilah yang menjadi landasan mandi wajib yang dijelaskan didalam al-Qur’an, yakni berada dalam al-Qur’an surat al-Maidah ayat 6 dan al-Qur’an surat an-Nisa ayat 43.

Perintah mandi wajib juga dipaparkan di dalam al-Maidah, berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” (QS. al-Maidah: 6)

Dalam surah an-Nisa ayat 43 disebutkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

“Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.” (QS. an-Nisa: 43)

Demikianlah beberapa tata cara, niat dan doa mandi wajib setelah haid. [popbela.com]

Tags: #Niat dan Doa Wajib Mandi #Niat Haid #Tata Cara Mandi Haid