Doa Iftitah Allahumma Baid

417 views

Doa Iftitah adalah salah satu bacaan yang terdapa di dalam shalat fardu atau sunnah pada awal rakaat pertama setelah takbiratul ihram dan dibaca sebelum membaca ta’awudz surat al-Fatihah.

Hukum dari bacaan ini adalah sunnah, jika kita lupa tidak membaca maka hukum shalat kita tetap sah.

Jika ingin mendapat kesunnahan dari doa iftitah, anda harus mengikuti beberapa ketentuan beriktu ini:

  • Tidak khawatir waktu sholat habis
  • Bukan pada sholat janazah atau ghaib
  • Makmum tidak khawatir kehabisan waktu untuk membaca al-Fatihah
  • Belum terlanjur membaca surah al-Fatihah
  • Masih mendapati imam berdiri (bukan berdiri baca doa qunut atau bacaan doa lainnya)

Dan harus diingat bahwa bacaan doa ini hanya dibaca pada rakaat pertama saja.

Lalu bagaimana jika seorang makmum masbuk shalat atau sudah mendapati sang imma sedang melakukan tahiyatul akhir?

Maka dalam hal ini makmum setelah melaksanakan takbiratul ihram langsung duduk mengikuti imam, maka sang makmum tersebut diperbolehkan membaca doa iftitah ketika imam sudah melakukan salam.

Loading...

Selain itu, ada beberapa bacaan doa iftitah yang bervariasi yang sangat umum dibaca, diantaranya ada yang kalimatnya pendek dan ada pula kalimatnya yang panjang.

Maka dari itu kita harus sama-sama tahu agar bisa mengamalkannya dengan benar. Berikut ini adalah doa iftitah:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Latin:

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji wal baridi

Artinya:
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin”

Doa diatas shoheh karena diambil dari hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

***

Berikut ini adalah doa ifitiah yang biasa umat Islam baca dan lumrah diketahui oleh semua kaum muslim.

 

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ، إنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ

Latin:

ALLOOHU AKBAR KABIIROO, WALHAMDULILLAAHI KATSIIROO, WASUBHAANALLOOHI BUKROTAWWA-ASHIILAA, INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROSSAMAAWAATI WAL-ARDHO HANIIFAWWAMAA ANA MINAL-MUSYRIKIIN, INNA SHOLAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATI LILLAAHI ROBBIL-‘AALAMIIN, LAASYARIIKALAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA-ANAA MINAL MUSLIMIIN

Artinya:
“Allah Maha Besar dengan dengan kebesaran yang tidak terduga, dan segala pujian bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak, dan Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari, sesungguhnya aku hadapkan mukaku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan kepatuhan dan aku bukanlah dari kaum yang menyekutukan Allah, sesungguhnya shalatku ibadahku hidupku dan matiku hanyalah milik Allah, Tuhan pemilik alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk dari golongan kaum muslimin”

Demikianlah pembahasan doa iftitah, semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan. [santrius.com]

Tags: #Bacaan Shalat #Doa Iftitah #Iftitah Allahumma Baid