Doa Qunut dan Qunut Witir, Ini Bedanya

1335 views

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang mana setiap amal perbuatan baik akan dilipat gandakan.

Dan pada bulan ramadhan umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat tarawih dan diakhiri oleh shaolat witir.

Biasnaya ketika sudah sampai pertengahan ramadhan ketika melaksanakan shalat witir akan membaca doa qunut yang dibaca pada akhir rakaat.

Doa qunut ini selain dibaca ketika shalat witir ia pun juga dibaca ketika melaksanakan shalat subuh.

Qunut (الْقُنُوْتُ) berasal dari qonata (قَنَتَ) yang artinya tunduk patuh. Yang juga memiliki arti taat, diam, berdiri lama serta memiliki arti khusyuk.

Qunut yang artinya tunduk patuh bisa didapati pada firman Allah Surat Ar Rum ayat 26:

Loading...
وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ

“Dan kepunyaan-Nya lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk” (QS. ar-Rum: 26)

Nabi Muhammad SAW menerangkan bawha shalat yang paling utama adalah qunut yang berdiri.

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوتِ

“Seutama-utama shalat yaitu yang lama berdirinya” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

Yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam Qunut yang memiliki arti diam adalah yang ditafsirkan oleh Nabi Muhammad pada Surat al-Baqarah ayat 238.

Bahwa ketika seseorang mendirian sholat itu haruslah khusyuk dan khusyuk itu harus dimulai dengan tidak berbicara ketika melaksnakan sholat.

كُنَّا نَتَكَلَّمُ فِى الصَّلاَةِ يُكَلِّمُ الرَّجُلُ صَاحِبَهُ وَهُوَ إِلَى جَنْبِهِ فِى الصَّلاَةِ حَتَّى نَزَلَتْ (وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ) فَأُمِرْنَا بِالسُّكُوتِ وَنُهِينَا عَنِ الْكَلاَمِ

“Ada seseorang di antara kami berbicara dengan orang di sampingnya ketika sholat, maka turunlah ayat (Berdirilah untuk Allah -dalam shalatmu- dengan khusyu’). Beliau memerintahkan kami untuk diam dan melarang berbicara.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Qunut yang memiliki arti taat adalah didapat dari firman Allah surat At Tahrim ayat 12. Yakni ketika Allah berfirman mengenai Maryam:

وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ

“dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat” (QS. at-Tahrim: 12)

1. Doa Qunut Witir
Diriwayatkan oleh Abu Daud, An Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad yang bersumber dari hadits sahih tentang doa qunut witir.

Berikut ini doa qunut witir lengkap tulisan Arab, latin dan terjemah dalam bahasa Indonesia.

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ ، وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ ، وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ ، وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ ، وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ ، إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Latin:

Alloohummah dinii fiiman hadait. Wa ‘aafinii fiiman ‘aafait. Wa tawallanii fiiman tawallait. Wa baariklii fiimaa a’thoit. Wa qinii syarro maa qodloit. Innaka taqdli wa laa yuqdlo ‘alaik. Wa innahu laa yadzillu maw waalait. Wa laa ya’izzu man ‘aadait. Tabaarokta wa ta’aalait

Artinya:
“Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Jauhkanlah aku dari kejelekan apa yang Engkau telah takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, wahai Rabb kami Yang Mahatinggi.”

2. Doa Qunut Subuh
Doa qunut subuh ini para ulama banyak yang berbeda pendapat. Menurut Imam Abu Hanifah mentakan bahwa qunut subuh itu tidak ada.

Menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapathukum qunut shalat subuh adalah sunnah.

Imam Ahmad berpendapat bahwa doa qunut hanya berlaku pada saat ketika ada masalah besar saja dan ketika membutuhkan doa yaitu qunut nazilah.

Menurut Mazhab Syafi’i, Doa Qunut Subuh itu sama dengan doa qunut witir.

Dibawah ini adalah doa qunut ketika menjadi imam sholat subuh

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ ، إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Latin:

Alloohummah dinaa fiiman hadait. Wa ‘aafinaa fiiman ‘aafait. Wa tawallanaa fiiman tawallait. Wa baariklanaa fiimaa a’thoit. Wa qinaa syarro maa qodloit. Innaka taqdli wa laa yuqdlo ‘alaik. Wa innahu laa yadzillu maw waalait. Wa laa ya’izzu man ‘aadait. Tabaarokta wa ta’aalait

[tribunnews.com]

Tags: #Doa Qunut #Doa Witir #Qunut Untuk Imam