Hadits Melarang Ceritakan Urusan Ranjang Pada Siapapun Kecuali Ini

803 views

Hubungan badan suami istri adalah salah satu ibadah rohani yang tak boleh diceritakan kepada orang lain.

Kalau suatu kekurangan atau kelebihan (kenikmatan) dalam masalah hubungan badan suami istri juga tak boleh diceritakan pada seiapa saja.

Kecuali kepada dokter dengan adanya tujuan dan  keperluan medis, maka boleh dikosultasikan.

Dalam kitab Fiqih Wanita Syekh Kamil Muhammad Uwaidah menukilkan riwayat dua riwayat tentang larangan menceritakan urusan ranjang ke orang lain.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال ‏أن رسول اللّه صلى اللّه عليه وآله وسلم فلما سلم أقبل عليهم بوجهه فقال مجالسكم هل منكم الرجل إذا أتى أهله أغلق بابه وأرخى ستره ثم يخرج فيحدث فيقول فعلت بأهلي كذا وفعلت بأهلي كذا فسكتوا فأقبل على النساء فقال هل منكم من تحدث فجثت فتاة كعاب على إحدى ركبتيها وتطاولت ليراها رسول اللّه صلى اللّه عليه وآله وسلم ويسمع كلامها فقالت أي واللّه أنهم يتحدثون وأنهن ليتحدثن فقال هل تدرون مامثل من فعل ذلك أن مثل من فعل مثل شيطان وشيطانة لقى أحدهما صاحبه بالسكة فقضى حاجته منها والناس ينظرون إليه‏

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata ketika Rasulullah selesai mengucapkan salam kepada pengujung salatnya,

Loading...

lalu beliau menghadapkan wajah kearah jamaah (makmum) seraya bertanya:

“Majelis yang berbahagi, apakah ada di antara kalian yang mencampuri istri dengan menutup pintu dan merapatkan tabir, akan tetapi,

kemudian membicarakan kejadian itu kepada orang lain dengan mengucapkan, bahwa aku telah melakukan begini dan begitu terhadap istriku?”

Mendengar perkataan itu, para jamaah laki-laki berdiam diri. lalu Beliau menghadap ke arah jamaah wanita seraya menanyakan: “Apakah ada di antara kalian yang membicarakannya?

Kemudian ada seorang wanita muda duduk di atas kedua lututnya sembari mengangkat kepala agar terlihat dan terdengar suaranya oleh Rasulullah berkata:

“Demi Allah mereka semua jamaah laki-laki dan juga jamaah wanita membicarakannya.

Kemudian beliau bertanya: “Apakah kalian mengetahui perumpamaan orang yang melakukan hal itu?”

“Sesungguhnya perumpamaan orang semacam itu seperti setan laki-laki dan perempuan,

di mana salah satu dari mereka bertemu pasangannya di tengah jalan lalu buang air besar di sana, sedangkan orang-orang tengah melihat kepadanya.” (HR Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Dan Dari Abu Sa’id RA, dia berkata; bahwa Nabi SAW bersabda:

عن أبي سعيد رضي الله عنه قال أن النبي صلى الله عليه وسلم قال ‏أن النبي صلى اللّه عليه وآله وسلم قال ان من شر الناس عند اللّه منزلة يوم القيامة يفضي إلى المرأة وتفضي إليه ثم ينشر سرها‏ .

“Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukannya disisi Allah pada hari kiamat kelak

adalah seorang laki-laki yang mengetahui rahasia istrinya atau seorang istri yang mengetahui rahasia suaminya kemudian menceritakan rasa itu kepada orang lain.” (HR Muslim dan Ahmad).

Dari kedua hadits di atas, Syekh Kamil memberi kesimpulan bahwa sesungguhnya dilarang membicarakan pada orang lain dengan panjang lebar tentang yang terjadi ketika berhubungan badan dengan istri.

Dan ada pengecualiannya tentang cerita itu.  Boleh menceritakannya pada ahli medis dengan konsultasikan perihal penyakit yang diderita oleh suami atau istri.

Tags: #Hubungan Badan #Suami Istri #Urusan Ranjang