Hadits Tentang Suami Selingkuh

6348 views

Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa selingkuh adalah selingan ketika jenuh, selingan ketika karir mulai menurun.

Bahkan runtuh atau bagi sebagian orang adalah selingan yang membahagiakan dan indah bagi rumah tangga yang utuh.

Padahal selingkuh itu akan memporak-porandakan rumah tangga yang utuh, apapun alasannya perselingkuhan didalam rumah tangga tidak dibenarkan.

Sudah bukan hal yang asing ketika kita mendengar kata selingkuh, dari jaman dahulu pun banyak yang melakukan perbuatan tidak baik ini.

Jika dulu terjadi dikehidupan nyata maka sekarang telah merambat pada dunia maya yang mana kita sudah hidup dierasdigital ini.

Apalagi didukung oleh fasilitas yang memadai seperti WhatApp, Facebook, Twitter dan masih banyak aplikasi lainnya yang semakin memudahkan untuk mengobrol dan memuluskan tindakan perselingkuhan. Semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik ini.

Loading...

Di era digital ini tentu ada sisi baiknya juga ada sisi buruknya, karena dunia maya seperti pedang bermata dua bagi pengguanya. Kita tidak bisa mengihindari atau menyalahkan perkembangan teknologi.

Kita tidak bisa mencegah kemajuan teknologi yang sangat pesar karena dengan adanya teknologi menjadi pembuka dalam banyak hal namun kita sendiir yang harus bijak dalam pengguannya agar tidak melakukan hal-hal yang tidak baik.

Bentuk Perselingkuhan
Selingkuh ada beberapa macam, namun yang paling umum diklasifikasi menjadi dua macam, beriku ini:

  1. Physical Infidelity/Physical Affair
    Perselingkuhan yang melibatkan kontak fisik seperti, mencium, memganag bahkan hingga melakukan perzinahan.
  2. Emotional Infidelity/Emotional Affair
    Perselingkuhan yang melibatkan keintiman secara emosiaonal seperti, mengirim kata-kata mesra, membicarakan hal-hal yang tidak sesonoh bahkan mengirim gambar vulgar.

Komunikasi yang intens serta memiliki perasaan terhadap orang lain padahal dirinya sedang memiliki pasangan, atau senantiasa curhat apa yang dirasakan maka tentu dikatakan sebagai selingkuh karena melibatkan perasaan didalamnya.

Namun jika curhatnya memiliki tujuan meminta solusi namun pada orang yang tepat seperti uztad maka hal demikian tidak dikatakan sbeagai selingkuh.

Karena meskipun tidak melibatkan kontak fisik namun sudah termasuk pengkhianatan karena telah menyalurkan emosiaonal seperti perhatian, merasa disayang, merasa dicintai.

Semua itu sudah termasuk dalam konteks romantis karena bukan pasangan resmniya. Sehingga hal yang demiian ini juga berpotensi terjadinya perselingkuhan fisik.

Banyak yang beranggapan bahwa chatingan yang melibatkan perasaan bukanlah pengkhiantan.

Hanya karena tidak melibatkan fisik lalu hal yang demikian disepelekan hingga merasa bahagia bahkan asyi-asik saja tanpa merasa bersalah kepada pasangannya.

Ia beranggapan bahwa selama tida terjadi kontak fisik dan tidak melakukan perzinahan maka hal yang demikian tidak menjadi masalah dan bukan dikatakan sebagai perselingkuhan.

Apapun bentuknya jika yang dilakukan adalah untk menyalurkan perasaan tetap saja dikatakan sebagai perselingkuhan meski hanya lewat chattingan.

Dalam bentuk apapun tetap dikatakan sebagai perselingkuhan walau hanya merasa sebatas teman jika sudah perhatian dan merasa sayang, mengirim hadiah atau perlakuan romantis maka itu sudah perselingkuhan meski tidak saling menyentuh fisik.

Hukum Selingkuh
Melakukan perselingkuhan artinya sudah melakukan pengkhianatan terhadap pasangan. Tak peduli yang dilakukan hanya sebatas emosional.

Hati-hatilah terhadap zina karena sesuatu yang mendekatkan kepad azina adalah eprselingkuhan. Hal tersebut sudah terbilang xina hati karena hati akan merasa senang dengan perhatian serta kasih sayang yang didapatkan.

Mendekati zina saja tida diperbolehkan apalagi sampai melakukannya karena zina hati juga akan mengantarkan zina kemaluan. Allah berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ

“Sesungguhnya Allah menetapkan bagian zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari. Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Nabi Muhammad menceritakan mimpinya, beliau juga menyebutkan hukuman dari Allah yang diberikan kepada orang yang melanggar beberapa hal diantaranya:

فانطلقنا فأتينا على مثل التنور – قال فأحسب أنه كان يقول – فإذا فيه لغط وأصوات – قال – فاطلعنا فيه ، فإذا فيه رجال ونساء عراة ، وإذا هم يأتيهم لهب من أسفل منهم ، فإذا أتاهم ذلك اللهب ضوضوا – قال – قلت لهما ما هؤلاء قال قالا لى انطلق انطلق …

و أما الرجال والنساء العراة الذين في مثل بناء التنور فإنهم الزناة والزوان

“Kemudian kami berlalu, lalu sampai pada sebuah bangunan seperti tungku pembakaran.” Perawi hadits berkata, “Sepertinya beliau juga bersabda, ‘Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan teriakan.’” Beliau melanjutkan, “Kemudian aku menengoknya, lalu aku dapati di dalamnya laki-laki dan perempuan yang telanjang. Tiba-tiba mereka didatangi nyala api dari bawah mereka, mereka pun berteriak-teriak.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku bertanya (pada Jibril dan Mika’il), ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Adapun laki-laki dan perempuan yang berada di tempat seperti tungku pembakaran, mereka adalah para pezina.’ (HR.Al-Bukhari no.7047)

Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرْفَعُ لَهُ بِقَدْرِ غَدْرِهِ أَلاَ وَلاَ غَادِرَ أَعْظَمُ غَدْرًا مِنْ أَمِيرِ عَامَّةٍ

“Di Hari Kiamat kelak setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tak ada pengkhianatan yang lebih besar daripada pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya.” (HR. Muslim).[muslimah.or.id]

loading...
loading...

Tags: #Bentuk Perselingkuhan #Hukum Selingkuh #Selingkuh