Haram Hukumnya Berhubungan Intim Secara Oral, Ini Alasannya

513 views

Banyak yang bertanya apakah hukum dari oral se*ks dan bagaimana jika ada sperma yang masuk kedalam mulut istri atau cairain miss V masuk kedalam mulut sang suami.

Bahkan ada seroang istri yang bertanya abagiaman hukum dari bercumbu dengan suaminya hingga ia sama-sama orgasmu apakah diperbolehkan didalam agama islam?

Jawabannya Adalah
Ketika bercumbu dengan pasangan maka ketika itu juga nafsu atau syahwat pasti terangsang. Hal ini ditandai dengan keluarnya cairan bening bergetah yang disebut madzi yang keluar dari kemaluan wanita dan pria.

Para ulama sepakat bahwa mazi adalah najis sehingga pakaian yang terkena mazi wajib dibersihkan dengan cara disiram air pada bagain yang terkena mazi.

Dari Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Aku adalah orang yang sering keluar mazi, maka aku suruh Miqdad untuk menanyakan hal itu kepada Nabi saw. Maka bertanyalah dia kepada beliau saw. Beliau saw pun menjawab, ‘Ia itu wajib berwudhu dan cucilah kemaluannya’,” (HR Muttafaqun ‘alaihi dan lafaznya dari Bukhari).

Ketika melakukanaoral se*ks maka tidak mungkin bisa menghindari mazi sehingga peluang tertelannya cukup besar.

Loading...

Pakaian yang terkena mazi pun wajib dibersihkan apalagi sampai tertelan. Dengan alasan tersebut mayoritas para ulama mengharamkan oral se*ks.

Pertama, Allah menciptakan semua organ tubuh sudah sesuai dengan fungisnya masing-masing. Mulut dimanfaatkan untuk berzikir kapada Allah, membaca al-Qur’an serta digunkan untuk makan dan minum.

Sedangkan kemauluan diciptakan sebagai tempat yang kotor keluarnya kencing, mazi dan sebagainya. Maka dengan demikian tentu saja mulut bukanlah tempat bagi kemaluan.

Didalam surah al-Baqarah ayat 222, Allah menjelaskan bahwa,

فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

“… apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu …” (QS. al-Baqaroh: 222)

Di dalam surah tersebut tempat yang Allah perintahkan adalah farji’ (kemaluan) bukan mulut. Dalam ayat selanjutnya,

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ

“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai …” (QS. al-Baqaroh : 223)

Kedua, Bagi orang yang berakal sehat juga memiliki fitrah maka oral se*ks sangat menjijikkan.

Ketiga, Di dalam al-Qur’an dan al-Hadist tak ada yang menjelaskan tentang praktek oral se*ks. Dari beberapa sumber dijelaskan bahwa oral se*ks ditemukan pada masa india kuno dan Romawi Kuno.

Didalam kuil Khajuraho di india terdapat pahatan ukiran-ukiran Variasa posisi hubungan se*ks termasuk juga oral se*ks. juga pada lukisan Pompeii sebuah kota di masa Romawi Kuno, dekat Naples terdapat banyak variasi gambar hubungan se*ks temasuk oral se*ks.

Oleh karena itu, sangat tidak patut jika umat Islam mengikuti prilaku tak etis secara pandangan Islam. Selain itu, perbuatan seperti juga tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

Perilaku oral se*ks adalah perbuatan (suami-istri) tercela yang harus dihindari dalam berhubungan intim, dan Rasulullah pun melarang umat Islam menyerupai perilaku orang-orang kafir.

“Bukanlah termasuk (golongan) kami yaitu orang yang ber-tasyabuh (menyerupai) selain kami,” (HR Tirmidzi)

Keempat, Dari beberapa sumber kesehatan dijelaskan bahwa penyakit berbahaya itu diderita oleh para pelaku oral se*ks. Misal sperti herpes dialat kelamin maupun mulut.

Di dalam Fiqih memang sudah dijelaskan tentang bagaimana hukum mencium kemaluan pasangan suami-istri ketika berhubungan.

Ulama Hambali memperbolehkan mencium kemaluan istri sebelum jima’. Tapi makruh setelah jima’ disebabkan terdapat najis, seperti mazi dan lain-lain.

Adapun bercumbu ketika istri sedang haid tak ada larangan di dalam agama Islam, selama yang dilakukan bukan pada tempat yang dilarang atau diharamkan misal kemaluan atau anus. [ummi-online.com]

Tags: #Bercumbu Ketika Haid #Hubungan Suami-Istri #Hukum Istri Haid