Haram Jual Beli Darah Manusia? Ini Penjelasan Ulama Fiqh

Pembahasan tentang darah merupakan pembahasan maslah fiqh modren sebab dahulu tidak ada tranfusi darah.

Erwandi Tarmizi, menjelaskan dikutip dari buku Harta Haram Muamalat Kontemporer terkait beberapa lembaga fatwa resmi,

seperti dewan fatwa kerajaan Arab Saudi, dewan fatwa Al Azhar dan Al Majma’ al Fiqh aI Islami (divisi fikih Rabithah Alam Islami),

memberi fatwa bahwa boleh transfusi darah untuk keselamatan nyawa seorang Muslim.

Karena hal demikian meurpakan  tolong-menolong dalam kebajikan (Shaleh Al Musallam).

Lantas hukum memperjualbelikan darah itu hukumnya bagaimana? Jual-beli darah hukumnya haram.

Loading...

Sebab  darah bagian organ tubuh manusia dan organ manusia tidak boleh diperjualbelikan.

Menjual organ manusia termasuk menghinakan manusia karena Allah telah memuliakan anak Adam

(Musa Mahdi, Ahkam Al Ribh fil Fiqh al Islami, desertasi di University Islam Al Imam, Riyadh, Arab Saudi).

Inilah hasil fatwa ahli fikih yang tergabung dalam AI Majma’ AI Fiqh AI Islami (divisi fikih Rabithah Alam Islami) yang diadakan di Makkah 1989.

“Hukum mengambil imbalan dari penjualan darah tidak boleh karena darah termasuk benda yang haram diperjualbelikan berdasarkan teks Alquran yang menyebutkan bahwa darah, bangkai dan babi tidak boleh dijual.”

Dan hadits nabi juga menyatakan:

“Sesungguhnya Allah bila mengharamkan sesuatu, juga mengharamkan imbalan dari penjualan sesuatu tersebut”.

“Juga diriwayatkan dari Nabi dalam hadis yang shahih bahwa beliau melarang memperjualbelikan darah.

Terkecuali pada saat darurat untuk tujuan medis, jika tidak didapatkan orang yang mau mendonorkan darahnya kecuali dengan imbalan,

maka dalam keadaan darurat hal yang haram boleh dilakukan, dengan demikian pembeli boleh memberikan bayaran harga darah dan dosanya ditanggung oleh penjual.

Namun tidak mengapa memberikan uang penghargaan dalam bentuk hibah atau hadiah sebagai pendorong orang-orang untuk giat melakukan donor darah demi kemanusiaan,

hal ini dibolehkan karena termasuk dalam akad hibah dan bukan juaI beli” (Qararat wa taushiyat Al Majma’ al Fiqhy al Islami).

Maka sekarng sudah jelas bahwa jual beli darah manusia hukumnya tidak boleh seperti yang di sampaikan fatwa di atas.

Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa taat kepada Allah dalam setiap perintah dan laranganNya.

Tags: #Darah Manusia #Jual Beli Darah #Tranfusi Darah