Hukum Aqiqah Untuk Orang Tua

758 views

Sebagai anak harus berbakti kepada orang tuanya, bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa bakti anak tidak akan pernah terputus hingga meninggal dunia.

Lalu ada yang bertanya bagaimana dengan hukum akikah? Apakah ada kewajiban juga bagi seorang anak untuk mengaqiqahi orang tuanya jika semasa hidupnya belum sempat beraqiqah.

Pertanyaan ini yang seringkali dipertanyakan sehingga sangat dibutuhkan jawaban.

Di dalam sejarah, aqiqah hanya disyariatkan ketika kelahiran anak pada hari ketujuh dan tak ada syariat untuk orang yang sudah meninggal.

Ketika itu disyariatkan bagi ayahnya menyelenggarakan aqiqah untuk si anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan.

Untuk Anak laki-laki adalah dua ekor kambing atau domba dan untuk anak perempuan cukup satu ekor (al-Bazar dari Ibnu Abbas)

Loading...

Para ulama mengatakan jika tidak bisa menyembelih pada hari ketujuh, maka boleh dilakukan pada hari ke 14, hari ke 21 jika tidak bisa pada hari ke berapapun bisa diselennggarakan aqiqah tersebut. (syarah kitab Fathul Mu’in juz 2 hal 336)

Lalu terkait dengan mengaqiqahkan orang tau yang sudah meninggal terdapat beberapa pendapat yang berbeda diantaranya adalah

  • Wajib
  • Sunnah
  • Tidak perlu

Akan tetapi menut salah satu ulama anak tidak disyariatkan mengaqiqahkan orang tuanya yang sudah meninggal walau semasa hidupnya ia belu diaqiqahi.

Sebab perintah aqiqah hanya dianjurkan kepada anak-anak bukan kepada orang tua. Namun kewajiban seorang anak tetaplah mendoakan serta meminta ampunan juga rahmat untuk orang tuanya. (Faedah dari Syaikhuna Saami bin Muhammad as-Shuqair)

Sebab mendoakan orang tua yang sudah meninggal lebih baik dari hal lainnya. Hal ini menurut Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

“Apabila seseorang meninggal, terputuslah amalannya, terkecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan kebaikan untuknya.”

[aqiqahnurulhayat.com]

Tags: #Aqiqah Orang Tua #Hukum Aqiqah Orang Tua