Hukum Berjabat Tangan Saat Wabah Melanda, Ini Dalilnya

1161 views

Mushafahah atau jabat tangan merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, hal itu akan mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim.

Bersalaman atau jabat tangan saat berjumpa saudara, teman dan orang baru kenal pun adalah sebagai bentuk tegur sapa yang mampu menguatkan rasa persaudaraan itu sendiri.

Hadits riwayat Al- Barra’ bin ‘Azib Rasulullah SAW bersabda:

الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidak ada seorang muslim yang bertemu kemudian berjabat tangan kecuali Allah telah mengampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah” ( H. R Ibnu Majah).

Hadits ini merupakan dasar kesunnahan berjabat tangan atau bersalaman. walaupun ada pendapat lain terkait dengan berjabat tangan ini. Sebagian ada yang memasukkan dalam kategori bid’ah hasanah, ada pula yang mengkategorikan sebagai sunnah mutlak.

Jika dikaitkan dengan situasi saat ini, pademi covid-19 sedang menyebar di bumi kita ini dan dikenal sebagai virus yang mematikan. Dengan demikian ahli medis menyarankan agar menghindari berjabat tangan atau bersalaman karena salah satu penyebaran covid itu dengan jabat tangan.

Loading...

Nah, berdasarkan saran medis ini, maka menjadi tidak dianjurkan jika dengan bersalaman malah menyebabkan tertularnya virus ini.

Dalam kaidah fiqih yang berbunyi:

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

“Menolak mafsadah (kerusakan) didahulukan daripada mengambil kemaslahatan”.

Alhasil, dari kesimpulan qoidah fiqh di atas bahwa, jika berjabat tangan malah akan menimbulkan penyebaran virus corona maka lebih baik tidak melakukan jabat tangan itu, dengan tujuan agar tidak terjangkit penularan.

Tags: #Hukum Salaman #Jabat Tangan #Wabah Penyakit