Hukum Datang ke Sebuah Acara Tanpa Undangan

137 views

Hadir pada sebuah pernikahan atau acara tanpa diundang disebut Thufaili.

Konon, ceritanya ada seseorang dengan nama Thufail dari kabilah bani Abdullah bin Ghatafan.

Pada suatu waktu Thufail datang pada sebuah pernikahan sedangkan dia tidak diundang.

Ternyata itu adalah kebiasaan dia datang kepada acara yang ada jamuan-jamuan tanpa diundang.

Oleh sebab itulah orang kelakuannya seperti Thufail disebut Thufailul A’ras atau Thufaili.

Pada akhirnya istilah ini masyhur di arab sehingga ulama fikih juga menggunakannya pada orang terbiasa datang pada suatu acara yang ada jamuan tanpa diundang.

Loading...

Dalam kitab ensiklopedi fikih Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah problematika Thufaili ini dibahas khusus dalam bab Tathafful.

Para ulama mendefinisikannya dengan makna yang sama, Thufaili adalah hadirnya seseorang dalam jamuan orang lain

untuk ikut menikmati hidangannya tanpa diundang, tanpa ada izin, dan tanpa sepengetahuan tuan rumahnya. (Nihayatul Muhtaj, 6/377)

Dalam kasus Thufaili merupakan penyakit etika yang bisa saja menyerang siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Mayoritas ulama fikih dari mazhab Maliki, Syafi’i, Hanbali, dan salah satu pendapat mazhab Hanafi menyatakan bahwa secara hukum syar’i bahwa Thufaili hukumnya haram.

Dan jika berkali-kali berbuat seperti ini  maka bisa dicap sebagai orang fasik.

Ketetapan hukum ini disarikan dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ دُعِيَ فَلَمْ يُجِبْ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ، وَمَنْ دَخَل عَلَى غَيْرِ دَعْوَةٍ دَخَل سَارِقًا، وَخَرَجَ مُغِيرًا

“Barangsiapa diundang tidak memenuhi (undangan walimatul ‘Urs) maka sungguh ia telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya,

dan barangsiapa menghadiri pernikahan atau walimah tanpa diundang maka ia masuk laksana pencuri dan keluar sebagai orang yang merampok.” (HR. Abu Dawud, salah satu perawinya dianggap majhul oleh Abu Dawud)

loading...
loading...

Tags: #Hadir Ke Undangan #Jamuan Undangan #Undangan Nikah