Hukum Melaknat Orang yang Berbuat Dosa

163 views

Sangat sering kita temukan bahkan di tempat umum biasa berbuat dosa. Jika melihat perbuatan itu apa kita boleh melaknatnya?

Menurut Jumhur (mayoritas) ulama haram melaknat oang yang melakukan maksiat secara khusus walalupun dosa besar.

Jumhur (mayoritas) ulama beralaskan dengan dali hadits di bawah ini. Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya:

عَنْ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ، أَنَّ رَجُلًا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ اسْمُهُ عَبْدَ اللَّهِ، وَكَانَ يُلَقَّبُ حِمَارًا، وَكَانَ يُضْحِكُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَلَدَهُ فِي الشَّرَابِ، فَأُتِيَ بِهِ يَوْمًا فَأَمَرَ بِهِ فَجُلِدَ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ القَوْمِ: اللَّهُمَّ العَنْهُ، مَا أَكْثَرَ مَا يُؤْتَى بِهِ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لاَ تَلْعَنُوهُ، فَوَاللَّهِ مَا عَلِمْتُ إِنَّهُ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ»

Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu, bahwa ada seorang di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang bernama Abdullah, namun digelari dengan ‘himar’ (keledai).

Ia sering membuat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tertawa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menderanya karena meminum arak.

Loading...

Suatu ketika ia ditangkap (karena mengkonsumsi arak), maka Beliau memerintahkan untuk didera, lalu ada seorang yang hadir berkata, “Ya Allah, laknatlah dia.

Sering sekali ia ditangkap.” Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Jangan kamu melaknatnya. Demi Allah, setahuku, dia cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Menurut Imam Ahmad hukumnya makruh seperti yang disebutkan Ibnu Taimiyah dalam Minhajus Sunnah.

Dan Ibnul Jauzi membolehkannya.  Demikian juga Imam Al Balqini dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya.

Dalih mereka adalah seperti laknat para malaikat terhadap wanita yang menolak suaminya diaj melayaninya.

Syamsuddin Ar Ramli  Dalam kitab Nihayatul Muhtaj mengatakan melaknat orang yang berbuat dosa boleh jika orang kafir dan fasik.

Yang dimaksud fasik di sini adalah pelaku dosa besar dan terus menerus berbuat dosa kecil, tapi menurut jumhur lebih baik jangan melaknat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah melaknat orang-orang kafir menyebutkan nama mereka dalam qunut beliau.

Allah melarang nabi maelakukan itu dan memerintahkan bersabar kemudian mendoakan kebaikan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

“Orang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berkata keji, dan berkata kotor.” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad dan dishahihkan oleh Al Albani)

مَنْ لَعَنَ مُؤْمِنًا فَهُوَ كَقَتْلِهِ

“Barang siapa yang melaknat orang mukmin, maka dia seperti membunuhnya.” (HR. Bukhari)

Melaknat dengan menyebut orangnya lebih baik jangan dilakukan, Adapun melaknat secara umum tidak ada masalah.

loading...
loading...

Tags: #Dosa Besar #Dosa Kecil #Pelaku Dosa #Perbuatan Dosa