Hukum Menerima Sumbangan Dari Non Muslim Untuk Masjid

370 views

Negara Indonesia penuh dengan  ragam suku, adat, ras, budaya, dan agama. Walau dengan beda agama, masyarakat Indonesia merupakan adat istiadat saling membantu satu dengan lainnya.

Muncul pertanyaan seperti ini, bagaimana hukumnya orang muslim menerima sumbangan dari non-Muslim untuk pembangunan Masjid?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka perlu mengetahui terlebih dulu sejarah Nabi Muhammad Saw saat berada di Makkah.

Dalam kutipan buku M. Quraish Shihab Menjawab dijelaskan bahw, Nabi Muhammad beserta sahabatnya berada di Makkah selama 13 tahun.

Mereka menjalin hubungan perniagaan dengan non-Muslim tanpa memandang kehalalan hasil usaha mereka.

Sama juga saat di Madinah, M Quraish melanjutkan, Nabi Muhammad juga berinteraksi dengan orang-orang Yahudi

Loading...

dan non muslim lainnya serta saling menghadiahi tanpa mempertimbangkan proses dasri mana pendapatan mereka.

Padahal, pada kenyataannya orang-orang Yauhdi sering dan terkenal  melakukan riba yang diharamkan.

M Quraish berpendapat bahwa, keempat madzhab menetapkan bolehnya kaum Muslim bermuamalah dengan non-Muslim.

Dan juga dperbolehkan menerima hadiah dan wasiat-wasiat mereka, seperti pemakmuran masjid.

Kebolehan tersebur dikarenakan kaidah-kaidah umum dalam Islam membenarkan segala bentuk transaksi dan akad-akad keuangan.

Menurutnya, itu adalah fatwa Mufti Mesir, almarhum Syekh Jad al-Haqq.

Kebolehan ini selama tidak ada efek  negatif dari muamalah itu, baik dalam bentuk merestui ajaran yang salah atau merugikan umat.

Tags: #Orang Kafir #Pembangunan Masjid #Sumbangan Masjid