Hukum Mengambil Upah Dari Mengajar Ilmu Agama

124 views

Menjadi guru merupakan sebuah pilihan seseorang yang tujuannya ingin menyebarkan ilmu dan berguna untuk orang lain.

Jika mengajar dengan menjadi ustad atau lainnya yang sifatnya mengajar ilmu agama juga di beri upah oelh lembaga dimana ia mengajar.

Lantas bagaimana jika mengajr ilmu agama dengan niat mau mengambil upah?

Sebelumnya harus kita pahami bahwa yang dimaksud mengambil upah di sini, bisa berupa:

1. Mengajar dengan upah yang ditetapkan di awal.

2. Sebuah lembaga pendidikan yang mengambil uang iuran dari peserta didik.

Loading...

3. Guru dan mendapatkan gaji di sana.

Jika ada orang yang niat mengajar ilmu agama untuk mata pencaharian, agar kaya khawatirnya orang tersebut tidak mendapatkan pahala bahkan bisa saja masuk dalam ancaman menuntut ilmu demi meraih dunia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang mempelajari ilmu, yang harusnya untuk meraih ridha Allah ‘azza wa jalla,

namun ia mempelajarinya hanya untuk meraih harta dunia, dia tidak akan mencium wangi surga pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Bukankah banyak ulama yang membolehkan mengambil upah dari mengajar ilmu agama?

Hal itu memang benar akan tetapi jika ingin mendapatkan pahala dari mengajar ilmu agama, tatalah niat kita dengan baik dengan cara ini:

1. Niat Karena Allah
Niatlah ikhlas mencari ridha Allah ta’ala, sebab mengajar ilmu agama  dengan  ikhlas, Allah akan memberikan pahala yang besar.

2. Niat Menyebarkan Perkara Hak
Dengan niat menyebarkan al-haq dan menghapus kebatilan, mengangkis manusia dari kebodohan menuju cahaya ilmu, agar beramal dengan ilmu.

3. Upah Sebagai Ta’awun
Upah yanag diambil dengan tujuan ta’awun, agar lebih fokus mengajar dan terus meningkatkan ilmu dan tekun dalam mengajar ilmu agama.

4. Upah Sebagai Nafkah Halal
Mengambil Upah dari mengajar ilmu sebagai nafkah yang halal diri kita dan anak istri kita karena memberi nafkah adalah kewajiban.

Sehingga dalam hal itu kita melakukan dua kewajiban, yaitu menebar ilmu agama, fardhu kifayah, dan menafkahi keluarga yang hukumnya fardhu ‘ain.

loading...
loading...

Tags: #Ilmu Agama #Upah Mengajar