Hukum Menggelengkan Kepala Saat Tahlil dan Berdzikir

219 views

Sering kita temukan pada acara tahlil maupun majlis dzikir, orang menggeleng-gelengkan kepalanya saat berzikir.

Bahkan ada yang lebih parahnya lagi ada yang sampai menggerakkan tubuhnya dengan khusuk.

Bolehkah hal tersebut kita kerjakan saat melakukan dizikir?

Ustaz Farid Nu’man Hasan, mengatakan bahwa tidak ada dalil Al-Qur’an dan Sunnah mengenai menggelengkan kepala saat berzikir.

Akan tetapi perbuatan itu dibolehkan dalam wujur agar dapat konsentrasi (khusyu’), maka hal itu dianjurkan.

Hal ini berdasarkan dalil umum, yaitu ayat berikut:

Loading...

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring,

dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami,

tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali ‘Imran, Ayat 191)

Imam Muhammad Al-Khalili asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan ayat di atas:

علمت أن الحركة في الذكر والقراءة ليست محرمة ولا مكروهة، بل هي مطلوبة في جملة أحوال الذاكرين من قيام وقعود وجنوب وحركة وسكون وسفر وحضرة وغنى وفقر

Aku mengetahui bahwa gerakan dalam berzikir dan membaca Al-Qur’an bukanlah suatu hal yang haram dan makruh,

bahkan itu hal yang dituntut secara umum di berbagai kondisi orang yang berzikir baik dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring, bergerak, diam, perjalanan, mukim, kaya, dan fakir. (Fatawa al Khalili ‘alal Madzhab asy Syafi’i, jilid. 1, hal. 36)

Beliau juga berkata: “Adapun menggoyangkan badan di saat zikir adalah hal yang dianjurkan.

Berdasarkan riwayat dari Abu Nu’aim Ahmad bin Abdillah al Ashfahani dengan sanadnya dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,

bahwa suatu hari ia menceritakan keadaan sahabat Nabi: “Para sahabat jika berzikir kepada Allah bergerak-gerak sebagaimana bergerak-geraknya pohon di musim angin, air mata mereka mengalir sampai pakaian mereka.”

Ahli bahasa mengatakan “Maada Yamiidu artinya bergerak/mengayun.”

Syaikh kami, al ‘Arif Jamaluddin Abdillah bin Husamuddin al Khalil -semoga Allah sucikan ruhnya- mengatakan:

“Hal ini begitu jelas bahwa para sahabat Nabi melakukan gerakan dalam berzikir dengan gerakan yang kuat ke kiri dan kanan. Karena gerakan mereka diserupakan dengan gerakan pohon di hari berangin kencang,

maka gerakan ini telah kuat secara mutlak berdasarkan atsar bahwa seseorang yang bergerak-gerak dalam keadaan duduk dan berdiri dan gerakan apa pun tidaklah terlarang.

Dan tidak ada riwayat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melarang gerakan saat berdzikir,

seandainya hal itu dibenci niscaya Rasulullah akan menjelaskannya kepada umatnya. (Ibid, jilid. 2, hal. 259)

Imam Fakhruddin ar-Razi rahimahullah mengatakan:

المؤمن إذا سمع ذكر الله اهتز ونشط

Orang beriman itu jika mendengar zikrullah maka dia akan bergerak-gerak dan semangat.” (Tafsir Ar Razi, jilid. 5, hal. 294)

Ada yang melarang mengenai menggelengkan kepala saat berdzikir  kerena itu menyerupai Yahudi.

Ada salah sebagian ulama mengatakan bahwa diberi nama Yahudi karena mereka suka bergerak-gerak (Yatahawwaduun) saat membaca kitab Taurat.

Tags: #Amalan Baik #Mengeglengkan Kepala #Tahlil dan Dzikir