Hukum Mengkhianati Suami Dalam Islam

2958 views

Perselingkuhan kerap terjadi didalam hubungan rumah tangga. Tidak hanya laki-laki namun perempuan pun terbilang banyak juga.

Lalu bagaimana hukumnya seorang istri yang selingkuh apakah wajiba dicerai? ketika istri menyesal dan mmeinta rujuk kembali bagaaimana suami harus menyikapi? Ulama memberi rincian sebagai berikut bagi istri yang selingkuh:

1. Istri Harus Bertaubat Dengan Benar-benar Menyesali Perbuatannya
Istri harus meminta maaf kepada suami dengan tulus, harus berubah menjadi perempuan yang dekat dengan Allah, menutup auratnya dan merubah cara bergaulnya terutama dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

Jika istri benar-benar mmeinta maaf dan menyesal maka ia boleh tidak menceraikannya. Namun ada dua syarat untuk mempertahakan:

  • Suami harus berlapang dada menarima masa lalunya tanpa mengungkit, karena suami harus memaafkan istri yang sudah bertaubat
  • Suami harus siap menyimpan rahasia istrinya tanpa bercerita pada siapapun

Karena Hal inilah yang akan menjadi sumber pahala bagi seorang suami karena hal demiian termasuk kebsaran yang luar biasa.

Suami tidak harus memeprtahankan istri yang selingkuh. Suami bisa mempertimbangkan dua sisi yaitu dampak baik dan buruknya sehigga benar-benar menjdapatkan jawaban apakah dipertahankan atau diceraikan. Karena suami tidak memiliki kewajiban untuk mempertahankan istri yang selingkuh. (Fatwa Islam, no. 162851)

Loading...

Tidka semua suami mmapu bersabr dan menerima istrinya sudah sudah berlselingkuh dengan laki-laki lain.

Ada sebagian suami yang terlalu mencintai istrinya sehingga tetap dipertahankan namun ia tidka bisa menerima dan tidak bisa memaafkan perselingkuhan istrinya sehingga yang terjadi hanyalah marah-marah bahkan bisa jadi hanya menzalimi istrinya.

Maka jika demiian lebih baik cerai, karena jauh lebih baik bercerai dari pada menzalimi istrinya.

2. Istri Belum Bertaubat dan Tidak Menunjukkan Penyesalannya
Jika pergaulan istri masih bebas walau sudah meminta maaf kepada suaminya maka bagaimana sikap seorang suami terhadapnya?

Untuk permasalahan ini ulama memiliki beberapa berbedaan pendepat anatra wajib menceraikan atau masih boleh mempertahankan.

Pendapat Pertama: Suami Boleh Mempertahakan
Pendapat mayoritas ulama. Dr. Muhammad Ali Farkus mengatakan,

فالمعلوم شرعا أنّ زنى أحـــد الزوجين يوجب الرجم، لكنّه إذا انتفى بانـتـفاء شروطه فلا ينفسخ النـكاح بزنا أحدهما ولا يوجب فسخه سـواء قبل الدخول أو بعده عند عامة أهل العلم

“Seperti yang telah dipahami dalam aturan syariat, bahwa zina yang dilakukan salah satu diantara suami istri, menjadi sebab ditegakkannya hukum rajam. Namun jika hukuman ini tidak bisa ditegakkan, karena persyaratan untuk itu tidak terpenuhi, ikatan nikah tidak difasakh (dibubarkan) disebabkan zina yang dilakukan salah satunya. Dan tidak wajib difasakh, baik kasus zina itu terjadi sebelum hubungan badan atau sesudahnya, menurut pendapat mayoritas ulama.”

Pendapat Kedua: Suami Wajib Menceraikan Istrinya dan Tidak Boleh Mempertahankannya
Karena jika suami tidak menceraikan istrinya yang selingkuh maka sang suami dianggap sebagai dayuts atau tidak memiliki rasa cemburu dan hal ini termasuk dosa yang sangat besar.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ : الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ ، وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ ، وَالدَّيُّوثُ

“Tiga orang yang tidak akan Allah lihat mereka pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita tomboi, dan lelaki dayuts.” (HR. Ahmad 5372, Nasai 2562, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Dalam Musnad Imam Ahmad terdapat penjelasan siapakah Dayuts,

وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخَبَثَ

“Lelaki dayuts yang membiarkan perbuatan keji pada keluarganya.” (Musnad Ahmad no. 6113).

Kisah seorang suami yang ketika memasuki rumhanya lalu tiba-tiba memergoki sitrinya sedang bersama dengan selingkuhannya Lalu bertanya pada Syaikhul Islam apakah yang harus dilakukan oleh sang suami.

Jawaban syaikhul Islam,

في الحديث عنه صلى الله عليه وسلم {أن الله سبحانه وتعالى لما خلق الجنة قال: وعزتي وجلالي لا يدخلك بخيل ولا كذاب ولا ديوث} ” والديوث ” الذي لا غيرة له. وفي الصحيح عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: {إن المؤمن يغار وإن الله يغار وغيرة الله أن يأتي العبد ما حرم عليه}

Dalam hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bahwa Allah ta’ala ketika menciptakan surga, Dia berfirman: ‘Demi keagungan dan kebesaran-Ku, tidak akan ada yang bisa memasukimu (surga), orang yang bakhil, pendusta, dan dayuts.” Dayuts adalah orang yang tidak memiliki rasa cemburu. Dalam hadis shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin memliki rasa cemburu, dan Allah juga cemburu. Cemburunya Allah adalah ketika ada seorang hamba melakukan apa yang Dia haramkan untuknya.”

Kemudian Syaikhul Islam melanjutkan penjelasannya,

وقد قال تعالى: {الزاني لا ينكح إلا زانية أو مشركة والزانية لا ينكحها إلا زان أو مشرك وحرم ذلك على المؤمنين} . ولهذا كان الصحيح من قولي العلماء: أن الزانية لا يجوز تزوجها إلا بعد التوبة وكذلك إذا كانت المرأة تزني لم يكن له أن يمسكها على تلك الحال بل يفارقها وإلا كان ديوثا

Dan Allah telah berfirman:

الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Lelaki yang berzina tidak boleh menikahi melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dinikahi kecuali oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (QS. An-Nur: 3).

Oleh karena itu, pendapat yang kuat di antara pendapat ulama, bahwa wanita pezina, tidak boleh dinikahi kecuali setelah dia bertaubat.

Demikian pula ketika seorang istri berzina, tidak boleh bagi sang suami untuk tetap mempertahankannya, selama dia belum bertaubat dari zina, dan dia harus menceraikannya. Jika tidak, dia termasuk dayuts.

Maka dengan demikian para ulama melarang laki-laki menikahi wanita pezina kecuali sudah bertaubat.

Begitu pula dengan istri yang berzina ia tidak boleh mempertahankan istrinya jika belum bertaubat karena jika tetap mempertahankan maka ia termasuk dayuts. (Majmu’ Fatawa, 32/141). [konsultasisyariah.com]

Tags: #Istri Selingkuh #Sikap Suami #Wajib Diceraikan