Hukum Mengolok-olok Jilbab Karena yang Memakainya Berbuat Dosa

Seorang muslimah wajib menutur auratnya dengan berhijab. Perintah itu tercantum dalam Alquran:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:

‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,

karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab : 59)

Menutup aurat berarti menutup pintu ke dosa yang lebih besar. Dan para ulama sepakat mewajibkan itu bagi setiap perempuan dan laki-laki Islam.

Loading...

Muslimah berhijab identik dengan sosok yang shaliha. Akan tetapi perlu di ingat  tidak semua wanita yang berhijab akhlaknya baik.

Selaku manusia biasa muslimah  pasti pernah berprilaku buruk. Jika itu terjadi maka orang-orang pada mencela hijabnya.

Bagaimana hukum orang yang mengolok-olok orang seorang hijaber?

Asy Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah berkata, “Orang yang mengolok-olok hijab syar’i seperti Muhammad Al-Ghazali dalam kitabnya (Fiqhus -Siraah) ia mengatakan:

“Saya melihat wanita di kota Madinah yang berjalan seolah-olah mereka sedang memikul kemah-kemah.”

Mengapa ia tidak mengingkari wanita-wanita di Madinah yang berdandan, berpakaian tapi telanjang,

tidaklah engkau melihat kecuali wanita yang bertutupkan hijab menjaga kehormatannya, lalu engkau mengingkari mereka?

Dapat dikawatirkan orang mengolok-olok hijab bisa kafir.

Barang siapa mengolok-olok muslim laki-laki atau perempuan sebab keteguhan memegang syari’at Islam, maka ia telah kafir, dalam masalah hijab yang syar’i ataupun yang lainnya.

Sebab pada hakikatnya mereka mengolok-olok perintah Allah Ta’ala, dalam di firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,

Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,

karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab 59)

Dan Allah pun berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (QS. An-Nur 27)

Sungguh Islam sangat menjaga kehormatan orang islam. Berjilbab termasuk kewajiban muslimah.

Jika berhijab  dia mentaati perintah Allah. Jika berprilaku buruk, itu kesalahan diri pribadinya. Itu bukan salah syariat apalagi hijabnya.

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian itu haram atas kalian, sebagaimana kehormatan hari kalian ini (hari Nahar),

pada bulan kalian ini (bulan Dzulhijjah), pada negeri kalian ini (negeri Mekah).” (Muttafaq ‘alaih dari hadis Abu Bakrah radhiyallahu’anhu)

loading...
loading...

Tags: #Hukum Jilbab #Mengolok Jilbab #Wanita Muslimah