Hukum Pakai Hand Sanitizer Sebelum Melaksanakan Sholat

Dunia dihebohkan dengan adanya penyebaran virus corona. Dalam mencegah penyebaran virus itu pemerintah menganjurkan penerapan protokol kesehatan.

Seperti jaga jarang, cuci tangan atau penggunaan hand sanitizier serta cairan antiseptik.

Bahkan di masjid-masjid disiapkan hand sanitizier sebelum masuk ke masjid. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana hukum menggunakan hand sanitizier sebelum shalat?

Kesucian pakaian, badan, dan tempat shalat adalah syarat sah ibadah shalat. Sedangkan alkohol (bahan baku hand sanitizer) dianggap dan diidentikkan dengan najis oleh sebagian orang.

Hukum dari zat yang mengandung alkohol ada perbedaan pendapat para ulama yang perlu kita ketahui.

Ada ulama yang menyatakan najis alkohol, dan pemakaiannya pada parfum dan obat karena ada hajat maka diperbolehkan (ma‘fu).

Loading...

Sedangkan sebagian ulama lain menyatakan kesucian zat alkohol. Dibolehkannya campuran zat alkohol sebagaimana dalam sebuah keterangan dijelaskan:

ومنها المائعات النجسة التي تضاف إلى الأدوية والروائح العطرية لإصلاحها فإنه يعفى عن القدر الذي به الإصلاح قياسا على الأنفحة المصلحة للجبن

“Salah satu (yang dimaafkan) adalah cairan-cairan najis yang dicampurkan pada obat dan aroma harum parfum untuk memberi efek maslahat padanya.

Hal ini terbilang dimaaf sebatas minimal memberi efek maslahat berdasarkan qiyas atas aroma yang memberi efek maslahat pada keju,”

(Abdurrahman Al-Jaziri, Al-Fiqhu ala Madzahibil Arba‘ah, juz I, halaman 15).

Adapun ulama yang mengaanggap suci alkohol adalah Syekh Wahbah Az-Zuhayli. Dengan dalih alkohol baik murni maupun campuran statusnya adalah suci.

مادة الكحول غير نجسة شرعاً، بناء على ماسبق تقريره من أن الأصل في الأشياء الطهارة، سواء كان الكحول صرفاً أم مخففاً بالماء ترجيحاً للقول بأن نجاسة الخمر وسائر المسكرات معنوية غير حسية، لاعتبارها رجساً من عمل الشيطان.

“Zat alkohol tidak najis menurut syara’ dengan dasar (kaidah) yang telah lalu, yaitu segala sesuatu asalnya

adalah suci baik ia adalah alkohol murni maupun alkohol yang telah dikurangi kandungannya dengan campuran air dengan mengunggulkan pendapat yang mengatakan bahwa najis khamr

dan semua zat yang memabukkan bersifat maknawi, bukan harfiah, dengan pertimbangan bahwa itu adalah kotor sebagai perbuatan setan,”

(Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], juz VII, halaman 210).

Menurut beliau, alkohol yang digunakan dengan alasan medis tidak menjadi masalah secara syar’i.

Jadi, melaksanakan shalat menggunakan hand sanitizer tetap dihukumi sah, karena pemakaiannya dalam kondisi yang dimaafkan.

Dan himbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan sangat bisa dilakukan.

Oleh karena itu demi menjaga kesehatan kita dan orang lain, gunakan sesuai dengan anjuran tim medis.

loading...
loading...

Tags: #Akan Sholat #Hand Sanitizer #Ssolat Wajib