Hukum Sholat Jum’at Online Dengan Alasan Pandemi

Saat pandemi berkumpul dibatasi, acara yang melibatkan banyak orang dilarang. Termasuk pelaksanaan salat jumat di masjid.

Atas adanya pembatasan itu, muncul kegiatan salat Jum’at online, di beberapa negara termasuk di Indonesia.

Anggota Majelis Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ajengan Wawan Gunawan Abdul Wahid melaksanakan solat jumat online.

Bahkan, kegiatan itu sudah ke 15 kalinya mulai Mei 2020 karena adanya pandemi.

Lantas bagaimana menyikapi hal itu dan bagaiamana ukumnya?

Dikutip dari website NU.or.id, dijelaskan bahwa jika pelaksanaan shalat Jumat dari kediaman masing-masing dengan dipandu imam dan khatib menjadi alternatif upaya pencegahan Covid-19.

Loading...

Setidaknya Ulama menggambarkan pada tiga posisi imam dan makmum saat shalat berjamaah.

Pertama, imam dan makmum ada dalam bangunan yang sama, yaitu masjid. Kedua, imam dan makmum berada di tanah terbuka.

Ketiga, imam berada di masjid. Dan makmum di luar masjid. Dana pada hal ketiga ini ulama berbeda pendapat.

Menuurut Syafi’iyah membuat ketentuan lebih rinci tentah hal yang nomer  ketiga ini.

Menurut mereka jarak antara imam dan makmum tidak melebihi 300 hasta dan tidak terhalang oleh apapun.

Maksudnya pada konteks ini, makmum harus mengikuti siaran live streaming imam/khatib yang disiarkan dari masjid terdekat tanpa terhalang oleh apapun.

Hitungan jarak antara imam dan makum menurut Mazhab Syafi’i  tidak melebihi 300 hasta berdasarkan urf.

Jika lebih tiga hasta masih boleh  terhitung dari akhir shaf di masjid, akhir masjid, atau pekarangan netral antara masjid lahan mati.

Mazhab Syafi’i menjelaskan tidak sah shalat Jumat jika ada sesuatu menghalangi imam di masjid dan makmum yang ada di rumah.

Adapun menurut Imam Atha tak jadi  masalah soal jarak antara imam dan makmum. Shalat berjamaah ( Jumat) tetap sah walaupun imam dan makmun berjarak satu mil atau lebih yang penting makmum tahu gerakan imam.

Menurut  Imam Malik shalat berjamaah keduanya sah, kecuali shalat Jumat.

Menurut Imam Abu Hanifa shalat imam dan makmum tetap sah baik shalat berjamaah maupun shalat Jumat. Imam Ahmad pendapatnya sama.

Menurut Imam Malik, shalat berjamaah seperti ini sah kecuali shalat Jumat.

Namun bagi Abu Hanifah, shalat seperti ini sah mutlak (baik shalat Jumat maupun berjamaah).

Jika ikut Syafi’iyyah dan Ahmad bin Hanbal syaratnya tanpa adanya penghalang.

Pandangan Imam Abu Hanifah yang menyatakan sah shalat Jumat, imam di masjid dan makmum ada di rumah, yang harus pastikan adalah soal tahu tidaknya  makmum atas gerakan imam.

Hal seperti ini sangat krusial sebab dalam solat  berjamaah makmum tidak boleh tertinggal dari imam dari rukun-rukun fi’li atau gerakan imam.

Shalat Jumat online jangan sampai mengurangi tuntutan ibadah Jumat, yaitu menjaga kesunnahan hari Jumat dan memperhatian dua khutbah Jumat.

Tags: #Hukum SOlat Online #Jumat Online #Sholat Jumat