Hukum Sikat Gigi di Siang Hari Saat Puasa Ramadhan

3068 views

Menjaga perbuatan dari perkara yang berpotensi membatalkan puasa adalah sebuah keharusan. Ini merupakan bukti keseriusan orang yang berpuasa. Bagaimana dengan siwak atau pasta gigi jika kita bersikat pada bulan ramadhan?
Berkaitan dengan siwak, Rasulallah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Dari Abu Huraitah, ia berkata; Rasulallah saw bersabda: ‘Sekiranya tidak membebani umatku, aku akan perintahakan mereka untuk bersiwak di setiap wudlu [H.R. al-Bukhari (secara mu’allaq), Ibnu Abi Syaibah (1787).”

Hadits ini adalah dalil bolehnya menggunakan siwak dalam setiap keadaan (basah atau kering) juga bagi orang yang sedang berpuasa. Sebagian ulama Malikiyah dan asy-Sya’bi menghukumi makruh bersiwak basah di siang hari (puasa) karena memiliki rasa. Namun pendapat ini tidak disetujui Ibnu Sirin. Karena menurut Beliau air juga memiliki rasa namun kita tetap boleh berkumur dengan air.

Ibnu Umar juga membolehkan penggunaan siwak atau pasta gigi kering maupun basah dengan syarat tidak masuk ke dalam kerongkongan.

Jika ada sesuatu yang basah masuk ke mulut kemudian dikeluarkan kembali, maka tidak batal puasanya (Lihat Tuhfah al-Ahwadzi, III: 488, al-Fatawa al-Kubra, II: 474, dan Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari karya Syaikh al-Albani, I: 561 pada “Bab as-Siwak ar-Rathbi wa al-Yabis li ash-Shaim).”

Loading...

Syaikh Nuh Ali Salman, salah satu anggota Dar al-Ifta menjelaskan:

Apapun yang masuk ke dalam mulut tapi tidak sampai ke tenggorokan maka tidak membatalkan puasa. Begitu juga dengan, berkumur-kumur dengan air atau sikat gigi tidak membatalkan puasa selama tidak sampai masuk ke kerongkongan atau tidak masuk tertelan.

Nabi saw pernah berkumur dengan sungguh-sungguh, namun tidak sampai menyebabkan masuknya air ke kerongkongan. Dan dalam penggunaan pasta gigi hendaklah jangan digunakan sebagai bentuk kehati-hatian. Barang siapa menggunakannya dan tidak sampai masuk ke kerongkongan, maka puasanya tidak batal [Lihat Fatawa asy-Syaikh Nuh ‘Ali Salman (Fatawa ash-Shaum, no. 40)].

Tags: #Siang Ramadhan #Sikat Gigi #Siwak Basah