Ingin Naik Haji ke Tanah Suci, Penuhi 3 Syarat Wajib Ini

135 views

Melaksanakan ibadah haji adalah impian setiap Muslim. Ibadah haji ini wajib bagi orang yang mampu dalam aspek biaya dalam pulang dan pergi.

Terdapat syarat yang wajib dipenuhi jika ingin berangkat haji ke tanah suci mekkah Mukarromah.

Allah SWT berfirman:

 

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Loading...

“Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia.

Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.

Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam..” (QS. Ali ‘Imran: 97)

Dalam kitabnya al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziiz, asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azhim Badawi berkata:

“Kemampuan (untuk mengadakan perjalanan ke Baitullah) terwujud dengan beberapa syarat:

Sehat Jasmani.
Orang yang akan naik haji harus jelas bahwa dirinya sehat secara jasmani, sehat tidak dalam keadaan sakit.

Punya Bekal
Mempunyai Bekal untuk pergi dan kembali, serta mencukupi segala kebutuhannya dan kebutuhan orang-orang yang wajib dalam hal nafkah.

Hal ini didasarkan pada hadits Nabi SAW:

 

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْماً أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوْتُ

“Cukuplah dosa bagi seseorang (tatkala) dia menyia-nyiakan orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.”

Aman Dalam Perjalanan 
Orang yang akan naik haji harus sehat jiwa dan raga.

Adapun disyari’atkannya kesehatan jasmani, hal ini berdasarkan hadits ‘Abdullah Ibnu ‘Abbas ra:

 

أَنَّ امْرَأَةً مِنْ خَثْعَمَ قَالَتْ: يَارَسُوْلَ اللهِ إِنَّ أَبِي أَدْرَكَتْهُ فَرِيْضَةُ الْحَجِّ شَيْخًا كَبِيْرًا لاَ يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَسْتَوِىَ عَلَى الرَّاحِلَةِ أَفَأَحُجُّ عَنْهُ؟ قَالَ: حُجِّى عَنْهُ

Bahwasanya seorang wanita dari Khats’am berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji di saat dia telah tua renta, dia tidak mampu untuk tetap bertahan di atas kendaraan,

apakah aku melaksanakan haji untuk mewakilinya?’ Beliau menjawab: ‘Lakukankah haji untuk mewakilinya!”

Persyaratan jaminan aman dalam perjalanan)adalah perkara wajib dalam ibadah haji. Sebab jika tidak aman selama perjalanan merupakan sesuatu yang berbahaya (dharar). Islam mensyari’at bahwa sesuatu yang berbahaya harus dihindari.

Kalau tiga syarat itu dapat terpenuhi, maka telah wajib melaksanakan ibadah haji baik laki-laki maupun perempuan.

Namun ada tambahan syarat yang wajib di-penuhinya bagi perempuan, yaitu adanya mahram yang menemaninya selama perjalanan ibadah haji.

Kalau tidak bersama dengan mahram, maka dia tidak tergolong sebagai seorang yang mampu (mustathi’ah).

Tags: #Naik Haji #Rukun Islam #Tanah Suci