Ingin Pernikahan Kamu Barokah? Inilah Sifat yang Harus Dihilangkan

804 views

Semua orang yang membangun rumah tangga tentu menginginkan hubungan yang sakinah mawaddah warohmah dan untuk mendapatkan penikahan yang demikian perlu usaha dan ikhtiar dari keduanya.

Salah satunya adalah harus menghilangkan beberapa sifat yang kontraproduktif terhadap tujuan tersebut.

Apa saja Sifat-Sifat yang Harus Dihindari Didalam Rumah Tangga Untuk Mendapatkan Pernikahan Barokah

1. Malas
Rata-rata yang dikerjakan oleh banyak orang ketika libur dan sedang tidak ada kerjaan apakah akan menonton tv? apakah akan nonton drama korea atau malah stalking sosmed?

Maka hal yang demikian bisa dipastikan bahwa yang sering kamu lakukan ketika sudah menikah.

Sebab ketika seseorang belum menikah akan berusaha melakukan banyak hal dalam kebaikan untuk mendapatkan jodoh dengan mudah akan tetapi ketika sudah menikah maka ia sudah kehilangan motivasi untuk meningkatkan kualitas.

Loading...

Padahal pernikahan yang penuh berkah itu kita butuh usaha dan action untuk melakukan yang bermanfaat yang dirasakan oleh diri sendiri juga pasangan kita.

Contoh yang bisa dilakukan adalah Menghafal Al-Qur’an, Bealajr hal baru bisa jadi youtube juga bisa dari buku serta menulis hal yang positif tentang harinya.

Bisa juga membangun rumah baca dimana-mana juga bisa membantu orang yang membutuhkan seperti orang yang sakit. Yang pasti yang dialkukan adalah hal-hal baik bukan malas-masalasan.

Yang terpenting melakukan kegiatan yang bermanfaat dunia juga diakahirat serta hal yang diinginkan adalah mendapatkan berkah.

Namun jangan berkecil bagi ibu rumah tangga yang kerjaany hanya menyapu, mencuci dan menyiapkan makanan untuk suami dan anak serta mengurus anak sebab hal ini adalah kegiatan yang Insya Allah pahalanya sangat besar.

Maka tak perlu merasa minder apalagi merasa bahwa dirinya kurang bermanfaat hanya karena menjadi ibu rumah tangga dan tidak mengahsilkan uang.

Jadilah istri yang senantiasa berdoa agar keturunanya juga perjikahnnya barokah maka insya Allah yang dilakukan berubah menjadi pahala dan kebaikan.

2. Perfeksionis
Jika anda sebagai dokter bedah, maka kewajiban yang harus dilakukan adalah pefeksionis. Sebaba sebagai dokter ahli bedah jangan sampai salah memotong, jangan sampai salah jahit dan jangan ada bagian badan yang tertinggal.

Tak ada manusia yang sempurna akan tetapi sebagai istri harus mengurangi sifat perfeksionis, tak perlu marah-marah ketika suami meletakkan sesuatu sembarangan atau sebagai suami tak perlu marah-marah ketika istri lupa menaruh garam pada masakannya.

Tak perlu ngomel-ngomel meski sebetulnya tampak menyebalkan walau hal sepele akan tetapi disitulah fungsi saling menerima pasangan.

Tak jarang orang yang terlalu perfeksionis justru hubungannya hancur dan berakhir dengan perceraian. Sebab ia tidak bisa menerima kekurangan orang lain dan merasa lebih nyaman sendirian.

3. Gampang Tersinggung dan Mendendam
Ketika yang dihina Adalah Allah, Rasulullah juga islam maka bolehlah kita merasa tersinggung.

Jika suami hanya mengatakan cucian kurang bersih makanan kurang enak maka tak perlu baper apalagi sampai dendam kepada suami.

Hal ini biasa terjadi antara ibu mertua dan istri. Apapun yang dilakukan istri tak ada yang benar dimata mertuanya dan selalu dikmentari. Tentu merasa tak ada yang beres maka lebih baik hal-hal yang membuatmu merasa baper.

Keballan hatimu apapun yang terjadi walau ipar apalagi mertu beriskap tidak baik yang membuatmu merasa kesal. Teetaplah fokus untuk mencari ridho Allah dan selalu tekankan pada dirimu bahwa hidup ini hanyalah sementara.

Siti Aisyah saja yang memiliki suami Fir’aun yang kafir tetap bertahan dalam rumah tangganya hanya demi mendapatkan surga. Dengan kesabaran tersebut siti Aisyah bertahan dengan suaminya.

Maka kurangi hal-hal yang membuatmu gampang tersinggung karena jika tidak maka selama kau menikah akan selalu menangis dan tak bahagia.

Ketahuilah bahwa menikah bukan hanya tentang kebahagiaan, tidak melulu tentang keromantisan juga hal-hal yang menyanangkan.

Ketahuilah menikah itu perpaduan antara banyak rasa kesedihan dan kebahgaiaan. Akan selalu ada konflik, akan selalu ada perbedaan juga cara penyampaiannya.

Jika kita tidak pandai mengelola perasaan agar tidak mudah baper dan kebal semakin menjalani pernikahan maka apapun masalahnya tidak akan menjadi masalah.

Namun sebaliknya ketika kita sensetif, mudah baperan dan gampang terseinggung, suka dendam maka sekecil apapun masalahnya akan selalu menjadi masalah besar.

Bukan pernikahnnya yang salah bukan pula rumah tangganya seperti neraka akan tetapi sifat yang sensetif bisa membuat hubungan terasa sulit.

Jika memang puya perasaan yang sensetif maka cukuplah menangi dengan hal-hal yang berhubungan dengan dosa kita sendiri, menangis karena takut azab juga takut karena beratnya pengadilan dipadang mahsyar nanti serta menangis hanya karena bertaubat kepada Allah.

Jangan pernah menangis karena suami tidak mengengarkan curhatan kita atau jangan menangis karena memiliki mertua yang selalu menegur kita sebab hal tersebut bukanlah hal yang istimewa.

Ketahuilah bisa jadi kebanyakan wanita mengalimnya, namun jangan sampai menangis berhari-hari dan meratapinya, sebab hal itu terlalu sepele.

4. Egois
Sifat yang harus dibunuh didalam pernikahan adalah egois. Namun jangan fokus pada sifat egois pasangan melainkan sifat egois diri sendiri. Sebab sangat melelahkan jika harus mengurusi sifat orang lain apalagi sifat egois.

Ternyata, sifat egois itu menandakan bahwa seseorang itu belum dewasa. Contoh kecilnya saja ketika bayi menangis ia hanya ingin kebutuhannya terpenugi tanpa peduli ibunya sedang sibuk atau banyak kerjaan.

Atau entah ia lapar, popoknya basa atau juga minta digendong maka yang ia tahu hanya harus segera terpenuhi.

Tentu akan menyulitkan jika memiliki pasangan yang menyebalkan dan egois. Sebelum memutuskan menikah maka harus tahu terlebih dahulu apakah calon kita orang yang egois atau tidak.

Biasanya seseorang yang tidak mau mengalah maka cukup menandakan bahwa ia adalah seseorang yang memilki sifat egois yang tinggi.

Semua keinginannya harus terpenuhi juga pendapatnya harus selalu disetujui. Serta semua kebaikan juga semua kehebatannya harus selalu diapresiasi.

Jika tetap memiliki sifat egois maka jangan harap akan memiliki pernikahan yang barokah. Bagi suami pun juga harus belajar membantu pekerjaan istri sehinga rumah tangga saling melengkapi.

Karena menolong istri mengurus rumah sama sekali tidak mengurangi kadar gentleman Anda, justru akan meingkat keshalehan anda sebagai suami.

Jadilah suami yang muau membantu istrinya, jangan pernah egois dengan menyerahkan segala pekerjaan rumah harus istri yang mengerjakannya.

Cobalah sekali-kali rasakan tinggal dirumah selama seminggu dan cobalah untuk mengganti peran istri.

Hal-hal yang biasanya dilakukan oleh istri maka rasa lelahmu masih belum seberapa jika dibandingkan dengan rasa sakit istri ketika hamil dan melahirkan juga menyusui.

Wahai suami jangan pernah merasa dirimu sangat hebat hanya karena menjadi tulang punggung kelaurga serta banting tulang demi menafkahi sehingga enggan untuk membantu istri padahal Nabi Muhammad saja selalu bersedih jika urussan membantu pekerjaan istrinya dirumah.

Untuk istri pun tak perlu menjadi egois selalu ingin diperhatikan oleh suami dan ngambek hanya karena tidka diperhatikan.

Ketahuilah bahwa suamimu memiliki tanggung jawab mulai dari kesehatannya, pekerjaannya juga orang tuanya. Jadilah istri yang pengertian yang tidak meminta lebih dari kemampuan suaminya. [ummi-online.com]

Tags: #Agar Hubungan Harmonis #Agar Hubungan Langgeng #Tips Pernikahan Barokah