Ini 5 Buah Hidayah Merupakan Pangkal Nikmat dan Syukur Pada Allah

411 views

Hidayah Allah adalah sebuah anugerah tertinggi yang tak di ada nilainya. Hidayah akan diberikan pada seiapapun yang Allah kehendaki.

Hidayah harus di cari dengan cara hijrah. Hijrah dari kemaksiatan menuju perkara yang diridhai Allah. Bersyukurlah atas hijrah yang dipilih, hal itu hakikatnya adalah ketetapan Allah.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman :

 

*يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِى أَهْدِكُمْ*

Loading...

“Wahai sekalian hamba-Ku, kalian semua berada dalam kesesatan kecuali yang Kuberi petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya akan Kuberi petunjuk.” (HR. Muslim)

Kandungan Hadis di atas memberikan beberapa pelajaran, adalah sebagai berikut;

Pertama, Anugerah Terindah
Bisa melaksanakan salat tepat waktu, puasa penuh adalah hidayah dari Allah. Menuntut ilmu juga merupakan hidayah dari Allah.

Bahkan, manusia hidup bersama Allah dan meraskan manisnya iman dan indahnya Islam juga karena hidayah-Nya. Itulah anugerah yang tak terhingga,

Kedua, Minta Petunjuk
Allah memerintahkan agar memohon petunjuk kepada Allah yang maha pemberi petunjuk, pepmbuka hati dan pemberi kbenaran.

Ketiga, Nikmat Terindah
Jika diperintahkan mensyukur atas nikmat Allah, maka hidayah yang paling wajib kita syukuri. Syukur melalui ucapan, perbuatan dan pengakuan bahwa nikmat itu datang dari Allah.

Keempat, Memperkuat Hati
Ulama yang sangat alim Imam Asy-Syuyuthi rahimahullah menjelaskan dalam tafsirnya, mengenai sebab turunnya ayat dibawah ini.

Dan Beliau menukil riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu,

 

*عن ابن عباس قال: خرج أمية بن خلف وأبو جهل بن هشام ورجال من قريش، فأتوا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالوا: يا محمد تعالى فاستلم آلهتنا وندخل معك في دينك، وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يشتد عليه فراق قومه ويحب إسلامهم فرقّ لهم، فأنزل الله :*

﴿ وَإِن كَادُواْ لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ لِتفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهُ وَإِذاً لاَّتَخَذُوكَ خَلِيلاً .. وَلَوْلاَ أَن ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدتَّ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئاً قَلِيلاً ﴿74 ﴾ إِذاً لَّأَذَقْنَاكَ ضِعْفَ الْحَيَاةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لاَ تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيراً ﴾[الإسراء:73-75] قلت وهذا أصح ما ورد في سبب نزولها وهو إسناد جيد وله شاهد.

Ibnu Abbas berkata,” Umayah bin Kholaf, Abu Jahl serta beberapa orang Quraisy pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka berkata, “Wahai Muhammad kemari sembahlah Tuhan kami, niscaya kami akan masuk ke agamamu bersamamu.”

Berat terasa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpisah dengan kaumnya, beliau amat menginginkan keislaman mereka. (Di saat beliau berada dalam dilema) Allah menurunkan ayat,

“Sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami. Dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. Kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, (di atas hidayah), niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka.” (QS. Al-Isra’: 73-74).

Kemudian Imam Asy-Suyuti memberi penjelasan lebih lanjut, ” Saya berpendapat bahwa riwayat ini adalah riwayat paling shahihyang menceritakan tentang sebab turunnya ayat diatas. Sanadnya jayyid dan ada syahidnya (ada sanad lain yang menguatkan sanad ini).” (Kitab Lubab At-Taquul fi Asbaabi An-Nuzul).

Kelima, Hati Teguh
Allah Ta’ala memberitahuan bahwa hidayah dan taufik mebuat hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi teguh. Jangan pernah mengira bahwa hidayah yang kita dapatkan, karena usaha kita sendiri.

Bahkan, Allah senantiasa memberi taufik serta hidayah untuk melakukan kebaikan dan istoqomah di atas jalan kebenaran kepada hamba-Nya. Padahal Allah Ta’ala tidak butuh kita, tidak butuh ibadah kita.

 

*وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ*

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 16)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman :

*اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ*

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah: 6)

Tags: #Hidayah Allah #Nikmat Terindah #Syukur Nikmat