Ini Dalil yang Menjelaskan Kotoran Cicak Tidak Najis

1843 views

Cicak adalah binatang rumahan. Binatang yang sering ada dan mondar-mandir di rumah. Sehingga sangat sulit bagi kita untuk terlepas darinya. Lantas bagaimana dengan kotorannya najiskah atau tidak?

Hadis dari Abu Huroiroh-rodhiallohu ‘anhu- beliau berkata, Rosulullah-shollallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَفِي الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ، وَفِي الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

“Barang siapa yang membunuh cicak satu kali pukul, maka dituliskan seratus kebaikan baginya. Dan dua kali ( pukulan ) di bawah itu. Dan tiga kali pukul di bawah itu.” [ HR. Muslim : 147 ].

Sebagaimana dalam suatu riwayat disebutkan dari Saibah maula Al-Fakih bin Al-Mughirah :

أنَّهَا دَخَلَتْ عَلَى عَائِشَةَ فَرأتْ فِي بيْتِهَا رُمْحاً مَوْضُوعاً، فَقَالَتْ: يَا أمَّ المُؤْمِنِينَ، مَا تَصْنَعِينَ بِهذَا؟ قَالَتْ: نَقْتُلُ بِهِ اْلأوْزَاغَ، فَإِنَّ رَسُولَ اللهِ-صلى الله عليه وسلم-أخْبَرَنَا أنَّ إِبْرَاهِيمَ-صلى الله عليه وسلم-لَمَّا أُلْقِيَ فِي النَّارِ لَمْ تَكُنْ دَابَّةٌ فِي الأرْضِ إِلا أطْفَأتِ النَّارَ عَنْهُ غَيْرَ الْوَزَغِ، فَإِنَّة كَانَ يَنْفُخُ عَلَيْهِ، فَأمَرَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقَتْلِهِ

“Sesungguhnya dia masuk ke rumah Aisyah. Maka dia melihat tombak yang siap digunakan di dalamnya. Maka dia bertanya : “Wahai ibu kaum mu’minin ! apa yang anda perbuat dengan ( senjata ) ini ?”. Beliau menjawab : “Kami gunakan untuk membunuh cicak-cicak.

Maka sesungguhnya Rosulullah-shollallahu ‘alaihi wa sallam- mengabarkan kepada kami, sesungguhnya Ibrohim tatkala dilemparkan ke dalam api, tidak ada binatang melata di atas bumi kecuali berusaha memadamkan api dari beliau kecuali cicak.

Loading...

Maka sesungguhnya dia waktu itu ( justru ) meniup api atasnya. Maka Rosulullah-shollallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuhnya.”[ Mawarid Dzom’an Ila Zawaid Ibni Hibban : 3/415 ].

Nabi memerintahkan untuk membunuh cicak/tokek, artinya binatang ini adalah binatang yang haram. Dan kotorannya najis. Tetapi najisnya kotoran cicak adalah najis yang dimaafkan dengan alasan dua hal :

Pertama, cicak adalah binatang yang sering ada d rumah sehingga sulit terhindar dari binatang ini. Dengan demikian kotoran cicak dimaafkan.

Dalam suatu riwayat, sesungguhnya Rosulullah ditanya mengenai air yang dijilat kucing, dalam riwayat lain makanan dijilat kucing. Najis atau tidak. Maka Nabi SAW menjawab :

إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ

“Sesungguhnya dia tidak najis. Itu hanyalah binatang yang sering mondar-mandir kepada kalian.” [ HR. Abu Dawud : 76 dan selainnya, dari Aisyah, Sanadnya dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah].

Kedua, Cicak atau tokek adalah binatang yang tak punya darah yang mengalir. Binatang yang darahnya tak mengalir maka bangkainya tak najis. Seperti ikan dan belalang. Dan kotoran cicak juga dihukumi tidak najis.

Alhasil, bahwa Kotoran cicak yang basah atau sudah kering adalah termasuk najis tapi najis yang dimaafkan ( ma’fu ) oleh syari’at Islam.

Tags: #Binatang Rumahan #Cicak Tokek #Darah Kering