Ini Dampak Buruk Jika Ayah Tidak Ikut Mengasuh dan Mendidik Anak

405 views

Apa sih yang dilakukan seorang Ayah saat pulang kerja? Meletakkan tas di sembarang tempat, lalu tiduran di kasur.

Sambil main HP. Padahal anaknya dari tadi sudah menunggu Ayahnya pulang. Duh, tapi kok kebanyakan para ayah malah cuek-cuek saja. Sebel gak sih Moms?

Padahal nih yaa, kita ini yang ibu-ibu rumah tangga, ribeetnya minta ampun. Seharian bersama anak dikira mudah apa ya?

Padahal lima menit ditinggal nyuci, anak udah nangis. Minta susu. Atau kalau enggak, eh si kecil malah berantakin mainan-mainannya.

Bukannya enggak bersyukur sih, Moms, tapi saya ingin memberikan pemahaman kepada para Ayah, pada para suami.

Please… mengertilah sedikit perasaan para ibu-ibu ini yang juga pengen bebas mainan Hape… Pengen sebentaar saja menikmati “me time.”

Loading...

Karena itulah, Papah, bantulah kami, para mamah muda kece ini, dengan ikut merawat dan mendidik anak di rumah.

Bermainlah bersama anakmu saat di rumah. Luangkanlah waktu untuk mendidiknya.

Mengajaknya jalan-jalan berdua saja keliling kompleks perumahan. Ajarkan padanya untuk bermain bola.

Tahukah Moms, ternyata apabila seorang ayah tidak ikut mengasuh anak ternyata bisa berdampak buruk bagi perkembangan si kecil lho.

Sebaliknya, bila ayah ikut mengasuh anak sangat baik untuk perkembangan anak.

Seorang ayah yang mengabaikan pengasuhan pada anak, bisa menyebabkan anak tumbuh menjadi tidak tangguh, kurang percaya diri, sulit menyesuaikan diri.

Tak hanya itu, tanpa kehadiran ayah yang mengasuhnya, bisa mempengaruhi kemampuan akademis anak.

Selain itu, menurut salah satu artikel yang termuat di medua, ketidakhadiran ayah dalam tumbuh kembang juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik maupun mental anak.

Asma,  sakit kepala, dan sakit pada perut merupakan jenis penyakit yang biasa dialami oleh anak yang dibesarkan tanpa ayah.

Rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan juga sering terjadi, ini berhubungan dengan gangguan psikosomatik di mana penyakit yang muncul berkaitan dengan keadaan pikiran dan fisik.

Kabar baiknya nih. Seorang ayah yang ikut mengasuh dan mendidik anak-anaknya di rumah, ternyata sangat berdampak positif terhadap perkembangan anak lho..

Penelitian yang dilakukan oleh University of Guelph Canada tahun 2007 menunjukkan kuatnya pengaruh keterlibatan ayah dalam pola pengasuhan terhadap perkembangan anak secara sosial, emosi, fisik, dan kognitif.

Penelitian yang berjudul “The Effects of Father Involvement: An Updated Research Summary of the Evidence” tersebut memaparkan lebih lanjut mengenai dampak positif dari keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Penelitian itu juga memaparkan bahwa anak yang turut diasuh oleh ayahnya sejak dini memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia enam bulan hingga satu tahun.

Selain itu, mereka juga memiliki nilai IQ yang lebih tinggi ketika menginjak usia tiga tahun serta berkembang menjadi anak dan individu yang mampu memecahkan permasalahan dengan lebih baik.

Jadi mulai saat ini, ayah, ikutlah mengurus dan mendidik anak-anakmu di rumah.

Jangan cuma alasan capek sepulang kerja, engkau malas bercanda dengan anakmu.

Jangan cuma alasan lembur, engkau malas pulang ke rumah.

Jangan cuma alasan banyak kerjaan, engkau tega mengabaikan permintaan anakmu bermain mobil-mobilan atau boneka.

Jangan cuma alasan “itu tugas ibu,” lalu engkau merasa bebas dari kewajiban mendidik anak.

Jangan cuma karena sudah menyekolahkan anak, lalu ayah tidak peduli dengan pendidikan anaknya di rumah.

Jangan, jangan seperti itu. Mendidik anak yang pertama dan utama adalah di rumah. Dan sudah menjadi tugas ayah dan ibu, untuk melakukannya. Rumah adalah sekolah bagi anak-anak. Seorang ibu adalah gurunya, dan ayah adalah kepala sekolahnya.

Seperti kata Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional kita, bahwa;

“Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu-bapak, karena hanya dua orang inilah yang dapat ‘berhamba pada sang anak’ dengan semurni-murninya dan seikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anak boleh dibilang cinta kasih tak terbatas”

Sumber: keluarga-terkini

Tags: #Mengajari Anak #Pendidikan Anak #Perann Orangtua