Ini Dzikir di Waktu Subuh yang Paling Utama

324 views

Dalam kitabnya yang berjudul Al-Azkar, Imam Nawawi mengatakan bahwa terdapat banyak lafal dzikir yang utama dan baik ketika dibaca waktu subuh yang mana hal ini berasal dari asulullah SAW.

Bagi yang mengamalkannya akan mendapatkan nikmat dari Allah serta anugrah dan tergolong orang yang beruntung.

Bagi mereka yang tidak sanggup mengamalkan semuanya maka bisa mengamlkan salah satunya.

Menurut Imam Nawai Sejumlah ayat yang menganjurkan dzikir di waktu Subuh adalah Surat Thaha ayat 130, Surat Ghafir ayat 55, Surat An-Nisa ayat 148, Al-An‘am ayat 52, An-Nur ayat 36, dan Surat As-Shad ayat 18.

Inilah dua ayat yang dikutip sebagai berikut:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit dan sebelum terbenam matahari,” (QS. Thaha: 130)

Loading...

Sedangkan bunyi Surat Ghafir ayat 55 sebagai berikut:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada pagi dan petang,” (QS. Ghafir: 55)

Semua ayat ini menunjukkan anjuran bagi kita agar senantiasa memuji Allah ketika waktu subuh, waktu pagi dan sore.

Imam An-Nawawi menyebutkan sayyisul Istighfar sebagai lafal yang utama juga baik dibaca ketika subuh, pagi hari juga petang.

Yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam riwayat Imam Bukhari, inilah afal Sayyidul Istighfar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Bukhari adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta

Artinya:
“Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Sedangkan keutamaan Sayyidul Istighfar ini ketika dibaca waktu pagi, sore juga petang yang mana terdapat pada ujung hadits riwayat Imam Bukhari.

Bagi mereka yang mengamalkan sayyidul istighfar ini apabila setelah membaca kemudian orang tersebut meninggal maka ia mendapatkan garansi surga dari Allah SWT.

إذا قال ذلك حين يمسي فمات من ليلته دخل الجنة، أو كان من أهل الجنة، وإذا قال ذلك حين يصبح فمات من يومه…مثله

Artinya:
“Dalam Shahih Bukhari terdapat riwayat dari Syaddad bin Aus RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang membacanya [Sayyidul Istighfar] ketika sore, lalu ia wafat pada malamnya, maka ia masuk surga atau ia tergolong penghuni surga. Siapa yang membacanya ketika pagi, lalu ia wafat pada siangnya, maka nasibnya sama seperti orang yang mengamalkannya pada petang hari,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 63).

Adapun dzikir lainnya yang bisa kita amalkan adalah lafal tasbih, yang diriwayatkan oleh Shahih Muslim menyebut lafal tasbih sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhānallāhi wa bi hamdih

Artinya:
“Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya.”

Diriwayatkan oleh Sunan Abu Dawud menyebut lafal tasbih sebagai beriku

سُبْحَانَ اللهِ العَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhānallāhil ‘azhīmi wa bi hamdih

Artinya:
“Mahasuci Allah yang maha agung dengan segala puji bagi-Nya.”

Lafal tasbih dianjurkan dibaca sebayak 100 kali karena memiliki keutamaan yang sangat luar biasa.

Barang siapa yang mengamalkannya maka ia akan membaca amal kebaikan juga amal terbaik dihari kiamat kelak, sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam muslim sebagai berikut.

وروينا في صحيح مسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من قال حين يصبح وحين يمسي سبحان الله وبحمده مائة مرة لم يأت أحد يوم القيامة بأفضل مما جاء به إلا أحد قال مثل ما قال أو زاد عليه

Artinya:
“Diriwayatkan kepada kami di Shahih Muslim dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja yang membaca ketika pagi dan ketika sore ‘Subhānallāhi wa bi hamdih,’ sebanyak 100 kali, niscaya pada hari kiamat tidak ada orang yang lebih baik membawa amal daripadanya selain orang yang mengamalkan seperti apa yang diamalkan olehnya atau bahkan melebihi amalnya,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 63).

Imam An-Nawawi, sebagaimana di awal disebutkan, mengatakan bahwa lafal dzikir di waktu subuh atau pagi hari begitu banyak yang tidak mungkin disebutkan satu per satu.

Masih banyak lagi lafal dzikir di waktu subuh yang belum tertera di sini. Semua lafal itu mengandung keutamaan luar biasa sebaiknya tidak dilewatkan meski hanya satu jenis dzikir. Wallahu a‘lam. [nu.or.id]

Tags: #Dzikir Utama #Dzikir Utama Waktu Subuh #Selalu Berzikir