Ini Keistimewaan Menjadi Penghafal Al-Qur’an

246 views

Penghafal al-Qur’an banyak keistimewaannya yang di dapat dari Allah. Selain hatinya selalu tenang ia akan selamat dari api neraka.

Dalam kitab Fadhilah Amal, Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi, seraya mengutip hadits yang berbunyi:

عَن عَلِيٍ رَضَي اللٌهُ عَنهُ وَ كَرٌمَ اللٌهُ وَجهَة قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌيُ اللٌهُ عَلَيهَ وَسَلَمَ مَن قَرأ القُرانَ فَاستَظهَرَه فَحَلٌ حَلآلَه وَحَرٌمَ حَرَامَهُ اَدخَلَهُ اللٌهُ الجَنٌةَ وَشَفٌعَه فيِ عَشَرةَ مِن اَهلِ بَيِته كُلٌهٌم قَد وَجبت لَهُ النٌارُ.(رواه أحمد والترمذي وقال هذا حديث غريب وحفص بن سليمان الراوي ليس هو بالتقوى يضعف في الحديث ورواه أبن ماجه والدارمي).

Dari Ali Karramallaahu Wajhah ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca Alquran dan menghafalnya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya maka Allah SWT akan memasukkannya ke dalam surga dAn allah menjaminnya untuk memberi syafaat kepada sepuluh orang keluarganya yang kesemuanya telah diwajibkan masuk neraka.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Menurut pandangan sosok Maulana Muhammad Zakariyya al-Khandahlawi, Orang mukmin insya Allah masuk surga walaupun ada yang harus dicuci dulu karena dosa-dosanya yang banyak.

Tapi, seorang hafizh Alquran, dapat keistimewaan bisa masuk surga pertama kali. Bahkan, bisa memberi syafaat pada 10 orang fasik dan pembuat dosa besar kecuali pada orang kafir.

Allah berfirman:

إنهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عليهِ الجنَّةَ وَمَآواهُ النَّارُ وَمَا للظَّالِميْنَ مَنْ أنْصَارٍ

Loading...

Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah (dengan sesuatu) maka telah Allah haramkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS al-Maidah [5]:72).

Dalam ayat yang lain:

{مَا كانَ لِلنَّبِيِ وَالذِيْنَ أمنُوآ أنْ يَّسْتَغْفِرُوا للِمُشْركِيْنَ}

“Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik.” (QS at-Taubah [9]:113).

Menurut Maulana Zakariyya, ayat diatas sudah sangat jelas menjelaskan bahwa tidak ada ampun kepada musyrikin seorang penghafal al-QUR’AN pun tak mampu memberi syafaat pada mereka para kaum musyrik.

Dengan demikian, orang ingin selamat dari neraka sedangkan ia bukan penghafal al-qur’an hendak ia menjadi salah satu dari keluarga yang hafal qur’an. Dan ia sendiri juga harus selalu menjauhi dari perbuatan dosa.

Tags: #Cinta Qur'an #Keutamaan Al-qur'an #Penghafal Qur'an