Ini Perbedaan Doa dan Dzikir, Mana yang Lebih Utama?

74 views

Menjadi umat yang beriman, kita dianjurkan senantiasa melaksanakan amalan baik; berdoa, berzikir dan wirid. Sebagai orang muslim kita harus mengetahui bahwa ada perbedaan antara doa, zikir dan wirid.

Menurut bahasa, zikir berarti mengingat. Dan doa berarti meminta. Di antara zikir dan doa ada hubungan amat erat. Sehingga terkadang dzikir pun dinamakan doa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

أَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ لِلَّهِ

Loading...

“Doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah”. (HR At-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Ibn Hibban)

Seperti kita ketahui bersama bahwa hamdalah adalah zikir. Akan tetapi lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menamakannya sebagai doa, bahkan doa yang paling afdhal.

Sebagian besar ulama menjelaskan bahwa doa ada dua macam. Pertama, doa yang berisi permintaan. Kedua: doa yang berisi pujian.

Seorang hamba yang memuji Allah, pada intinya ia berdoa dan meminta kepadaNya dengan  menggunakan bahasa yang halus.

Doa dan zikir, yang manakah yang lebih Afdhal? Doa maupun dzikir sama-sama amalan yang utama. Namun para ulama menjelaskan dzikir lebih utama dibandingkan doa. Dengan alasan adalah;

Pertama, Dzikir Didahulukan
Sebelum memanjatkan doa disunnahkan terlebih dahulu mengawalinya dengan dzikir atau pujian kepada Allah.

Dapat kita lihat Contohnya yaitu dalam surat Al-Fatihah. Dari ayat pertama hingga kelima adalah pujian, baru di ayat keenam terdapat doa.

Kedua, 4 Kalimat Paling Utama
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

أَفْضَلُ الْكَلَامِ بَعْدَ الْقُرْآنِ – وَهُو مِنَ الْقُرْآنِ – أَرْبَعٌ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ

“Kalimat yang paling afdhal sesudah Al-Qur’an ada empat. Dan keempatnya adalah bagian dari al-Qur’an.

Tidak ada masalah, engkau memulainya dari manapun. Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahuakbar.” (HR Ahmad dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu. Al-Arna’uth menilai sanad hadis ini shahih)

Ketiga, Khusus Orang Beriman
Artinya adalah orang yang berzikir hanyalah orang yang beriman. Namun orang yang berdoa bukan hanya orang mukmin saja tapi orang kafir pun juga berdoa.

Keterangan itu adalah tentang hukum asal. Akan tetapi dalam beberapa keadaan kadang doa menjadi lebih afdhal dibanding zikir.

Contohnya ketika hamba kepepet dan mendesak, lantas berdoa dan merintih, dengan sangat kerendahan hati dan kekhusyuan.

Jadi dalam situasi seperti ini, lebih afdhal. Karena dalam suasana seperti itu lebih khusyu’ berdoa dibanding berzikir.

Tags: #Doa Dzikir #Keutamaan Doa #Keutamaan Dzikir