Ini Sejatinya Sifat Ikhlas yang Harus Dimiliki Manusia

270 views

Ada berapa pendapat perihal definisi ikhlas menurut para ulama. Ada yang mengatakan, ikhlas adalah murninya tujuan mendekatkan diri pada Allah.

Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian,

juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.”

Ikhlas adalah mengesakan Allah dengan beribadah kepada-Nya. Bahkan ada yang mengatakan, ikhlas adalah bersih dari pamrih pada makhluk.

Al ‘Izz bin Abdis Salam berkata: “Ikhlas ialah, seorang mukallaf melaksanakan ketaatan semata-mata karena Allah SWT.

Dia tidak berharap pengagungan dan penghormatan manusia, dan tidak pula berharap manfaat dan menolak bahaya.”

Loading...

Kemudian Al Harawi mengatakan, “Ikhlas ialah, membersihkan amal dari setiap noda.”

Dan ada yang lain berkata, “Seorang yang ikhlas ialah, seorang yang tidak mencari perhatian di hati manusia dalam rangka memperbaiki hatinya di hadapan Allah,

dan tidak suka seandainya manusia sampai memperhatikan amalnya, meskipun hanya seberat biji sawi.”

Abu ‘Utsman berkata: “Ikhlas ialah, melupakan pandangan makhluk, dengan selalu melihat kepada Khaliq (Allah).”

Abu Hudzaifah Al Mar’asyi berkata: “Ikhlas ialah, kesesuaian perbuatan seorang hamba antara lahir dan batin.”

Abu ‘Ali Fudhail bin ‘Iyadh berkata: “Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’.

Dan beramal karena manusia adalah syirik. Dan ikhlas ialah, apabila Allah menyelamatkan kamu dari keduanya.”

Ikhlas ialah, menginkan  keridhaan Allah SWT membersihkan hati dari segala sifat duniawi.

Tidak melatarbelakangi apapun kecuali karena ingin medapatkan ridah Allah SWT semata.

Niat dan amalan yang dicemari perkara duniawi sedikit atau banyak, maka kemurniaan  sudah ternoda dan surna keikhlasannya.

Manusia yang kalah dengan perkara duniawi, maka ibadah yang dikerjakan tidak akan murni, dan sudah tercemar dengan hal duniawi.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berpendapat, “ikhlas adalah melaksanakan ibadah dengan tujuan taqarrub kepada Allah SWT dan mencapai tempat kemuliaan-Nya.”

Imam Sufyan Ats Tsauri berkata, ”Tidaklah aku mengobati sesuatu yang lebih berat daripada mengobati niatku, sebab ia senantiasa berbolak-balik pada diriku.”

Karena itu Rasulullah SAW berdo’a: “Ya, Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Lalu seorang sahabat berkata, ”Ya Rasulullah, kami beriman kepadamu dan kepada apa yang engkau bawa kepada kami?”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ”Ya, karena sesungguhnya seluruh hati manusia di antara dua jari tangan Allah,

dan Allah membolak-balikan hati sekehendak-Nya. (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Kenuddian Yusuf bin Husain Ar Razi berkata, ”Sesuatu yang paling sulit di dunia adalah ikhlas.

Aku sudah bersungguh-sungguh untuk menghilangkan riya’ dari hatiku, seolah-olah timbul riya, dengan warna lain.”

Ikhlas memang sangat sulit, dari saking sulitnya sedikit sekali orang yang memperhatikannya, dan sulit sampai pada tingkatan mukhlisin.

Adapun orang yang lalai dalam masalah ikhlas ini, ia akan senantiasa melihat pada nilai kebaikan yang pernah dilakukannya, padahal pada hari kiamat kelak, perbuatannya itu justru menjadi keburukan.

Firman Allah SWT dalam al-Qur’an:

وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لَافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ

Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya,

niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat.

Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan (Az Zumar: 47-48)

وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.

Ikhlas ialah mengesampingkan urusan duniawi menghilangkan  kerakusan dan mengikis habis dorongan nafsu dan syahwat.

Tags: #Ikhlas hati #Ikhlas Karena Allah #Tanpa Pamrih