Ini Ujian yang Akan Dihadapi Seseorang yang Sedang Menunggu Datangnya Jodoh

877 views

Menunggu jodoh itu tentu memiliki banyak ujian yang membutuhkan kesabaran dan seringkali mengelus dada.

Seperti cerita perempuan yang sudah berumur 35 yang meliki dua saudara, dua tahun sebelumnya sudah dilangkahi oleh adeknya dan sekarang tinggal sibungsi yang mau melangkahinya.

Padahal perempuan ini sudah bergelar master serta bekerja disalah satu perusahan terkenal. Dari cerita ini tentu bertanya-tanya apa yang salah?

Kenapa jodohnya tidak kunjung datang? Bagaimana jika faktor umur yang semakin tua akan semakin sulit untuk mendapatkan anak?

Bagaimana jika tetap tidak bertemu dengan jodohnya seumur hidup? pertanyaan-pertanyaan mengerikan semacam ini selalu menakutkan dan menjadi pertanyaan besar.

Rasa cemas yang seperti ini tidak hanya dirasakan oleh satu perempuan saja, bahkan semua perempuan yang sudah terbilang cukup umur namun tidak menemukan jodoh pasti akan memiliki pemikiran yang seperti ini.

Loading...

Memiliki pemikiran bahwa laki-laki akan menikah dengan perempuan yang lebih mudah serta jika sudha tua memiii keterbatasan reproduksi, hingga perasaan sendiri pun menjadi bayangan yang menakutkan yang selalu menghantui mereka.

Menurut Iffah Lathifah Syarif, S.Psi, psikolog di biro Quantum Cahaya Hanifa, perasaan seperti sangat wajar karena perempuan menggunakan otak kanannya dalam menjalani kehidupanya bahkan 80% perempuan lebih banyak menggunkan otak kanan.

Meski wajar namun jangan sampai kita memiliki perasaan tersebut. Seringkali kita merasa iri melihat teman duduk dipelaminan, rindu kasih sayang tulus, namun hal itu masih berada dalam batas-batas tertentu.

Tapi ketahuilah bahwa hal demikian tidak akan membawa efek positif jika dibiarkan laurt-larut. Bahkan jika dibiarkan hanya akan menjerumuskan kita akan merasa putus asa serta akan merasa rendah diri juga akan menutup diri dari lingkuhan.

Peraan seperti ini kerap muncul, jika dipelihara maka akan ada setan yang mudah menggoda yang bisa membuat kita malas untuk beribadah karena prasangka yang kita miliki.

Jangan sampai beranggapan bahwa Allah tidak adil dan jangan smapai malas beribah. Ketahuilah bahwa menunggu jodoh itu tidaklah mudah jika anda bisa melaluinya maka Allah pasti akan ganti dengan pahala yang sebanding bahkan bisa jadi lebih baik.

1. Godaan Bagi si Lajang
Ketika masih sendiri mata yang sangat dibutuhkan adalah kesiapan mental sehingga kelak tidak akan menjadi orang yang mudah menyerah pada kesulitan.

Sebab banyak kasus seperti bercerai walau sudah bertahan 10 tahun lamanya hanya karena mudah menerima laki-laki yang melamar. Ketahuilah usia yang matang belum tentu bernding lurus dengan kesiapan mental.

Terutama masa sekarang, segalanya didapat dengan mudah bahkan kemudahan itu didapat dari kecil hingga membuatnya tidak bisa bertahan pada kesulitan hidup.

Banyak juga yang memilih pacaran dan tidak berani memutuskan walau melihat si laki-laki tidak ada keseriusan. Hanya karena takut tidak mudah menemukan pasangan ia tidak memutuskan hubungannya.

Bahkan saking putus asanya tak jarang menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah menikah.

Tidka hanya keseiapan mental, kesiapa spiritual pun tidak kalah pentingnya, jangan sampai berputus asa dan merasa tidak akan bertemu dnegan jodoh. Ketahuilah tak ada untungnya memiliki pemikiran demikia.

Jangan menghardik diri sendiri dengan memiliki masa suram. Jika menemukan teman yang senasib maka kuatkan serta tumbuhkan hal-hal positif untuk menemukan jodoh terbaik.

2. Tetap Percaya Diri
Bagi seseorang yang belum menemukan jodoh tentu merasa sangat tertekan terutama dari lingkuannya. Selalu mendapat teguran jangan terlalu pemilih.

Atau karena terlalu mengejar pendidikan atau kehidupan yang mapan pun dianggap sebagai rentetan masalah atau penyebab sulit datangnya jodoh. Maka tetaplah kuat tanpa terprovokasi dan jangan pernah khawatir.

Mungkin kita tidak bisa mengendalikan lingkungan kita namun kita bisamemilih lingkungan yang bisa membuat kita semakin sabar menunggu jodoh.

Yang harus kita lakukan adalah menguatkan sisi internal, jika internal sudah kita kendalikan maka faktor eksternal akan mudah juga dikendalikan. Juga hal-hal positif akan membuang jauh hal-hal negatif dair dalam diri kita.

Dari pada meladeni hal-hal yang tidak ada manfaatnya, lebih baik fokus pada hal-hal yang lebih juga hal-hal yang bermanfaat. Jika kita menjadi orang yang bermanfaat untuk banyak orang maka kita akan disukai walau belum memiliki pasanga.

Hal inilah yang akan menumbuhkan rasa percaya diri juga dorongan untuk melakukan kebaikan. Siapa yang tahu juga dengan sikap demikian justru jodoh akan semakin mendekat.

3. Bolehkah Menunda Menikah?
Menurut Ustadz Cahyadi Takariawan, jangan menunda pernikahan bagi yang sudah mampu.

Sebab alasan yang paling diterima adalah bagi mereka yang sedang mendalami ilmu agama, yang menyebarkan agama islam keplosok-plosok sehingga tidak memiliki waktu untuk mengurus keluarganya maka boleh menunda pernikahannya.

Atau bagi orang yang memiliki penyakit yang tidak memungkinkan untuk menikah maka boleh menunda juga. [ummi-online.com]

Tags: #Menikah #Menunggu Jodoh #Menunggu Joodh