Inilah Amalan di Hari Jum’at yang Bisa Menghapus Dosa Antara 2 Jum’at

Gusti segala hari adalah hari Jumat banyak keutamaan pada hari jumat.

Dari saking mulianya Hari Jumat, dalam al-Qur’an Allah Ta’ala menaruh surah dengan nama jumat Surah Al-Jumu’ah (surah ke-62 terdiri atas 11 ayat).

Pada Hari Jumat, orang yang baligh wajib menunaikan Salat Jumat. Salat ini mengganti salat Zhuhur yang dikerjakan dua rakaat dengan berjamaah.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.

Loading...

Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Jumu’ah Ayat 9)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Hafshah istri Nabi, Rasulullah bersabda: ” Salat Jumat wajib atas setiap laki-laki baligh.” (HR An-Nasai’ dengan sanad shahih)

Inilah amalan sunnah di Hari Jumat yang harus kit kerjakan antara lain adalah:

Pertama, Mandi Sebelum Salat Jumat
Adapun waktunya adalah mulai masuknya Fajar Jumat dan sebaiknya sebelum masuk waktu salat Jumat.

عَنْ ابْنِ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، أن رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : مَنْ جَاءَ مِنْكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ (الشيخان)

Dari Ibnu Umar, sesungguhnya beliau bersabda: “Siapa yang datang kepadanya hari Jumat, maka madilah.” (HR Al-Bukhari Muslim)

Kedua, Bersiwak, Memotong Kuku, Memakai Minyak Wangi dan Pakaian Terbaik

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ و أَبِي هرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَاسْتَاكَ وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كانَ عِنْدَهُ وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ ثُمَّ خَرَجَ حَتَّى يَأْتِيَ المَسْجِدَ وَلَمْ يَتَخَطَّ رِقَابَ النَّاسِ ثُمَّ رَكَعَ مَا شَاءَ الله أَنْ يَرْكَعَ ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ الإِمَامُ فَلَمْ يَتَكَلَّمْ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ كانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى (أبو داود و أحمد بأسانيد صحيحة)

“Dari Abu Said dan Abu Hurairah: “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, memakai siwak, memakai minyak wangi jika dia memilikinya,

memakai pakaian terbaik kemudian mendatangi masjid sementara dia tidak melangkahi pundak-pundak orang lain sehingga dia ruku’ (salat) sekehendaknya.

Kemudian diam mendengarkan khutbah hingga selesai salatnya maka hal itu sebagai penghapus dosa-dosa yang terjadi antara Jumat dengan Jumat sebelumnya. (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Ketiga, Bersegera ke Masjid
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ (الشيخان)

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat yang sama seperti mandi janabah kemudian bersegera ke masjid maka dirinya seakan telah berkurban dengan seekor unta yang gemuk.

Dan barangsiapa yang pergi pada masa kedua maka dia seakan berkurban dengan seekor sapi.

Dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ketiga maka dia seakan telah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk.

Dan barangsiapa yang pergi ke masjid pada saat yang keempat maka dia seakan telah berkurban dengan seekor ayam.

Dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang kelima, maka dia seakan telah berkurban dengan sebutir telur.

Dan apabila imam telah datang maka para Malaikat hadir mendengarkan zikir (khutbah).” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Keempat, Jalan Kaki ke Masjid
Jika tidak uzur, berjalan kaki ke masjid dengan tenang (tidak terburu-buru).

Seperti yang dijelaksan  hadis Nabi:

لِمَا صَحَّ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إذَا أَتَيْتُمُ الصَّلاةَ فَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَمْشُونَ وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَاقْضُوا (الشيخان)

Rasulullah bersabda: “Jika kamu pergi untuk shalat maka pergilah dengan berjalan kaki dengan tenang.

Apa yang kamu dapatkan (dari rakaat shalat) maka laksanakanlah dan apa yang tertinggal (dari rakaat) ulangilah.” (HR Al-Bukhari, Muslim)

Dianjurkan agar tidak berkendara menuju masjid, sesuai hadis Nabi berikut:

عَنْ أَوْسُ بْنُ أَوْسٍ الثَّقَفِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا (رواه النسائي، الترمذي ، ابو داود)

Dari Aus bin Aus At-tsaqafi, ia mendengar Rasulullah bersabda: “Barangsiapa membasuh dan mandi pada hari Jumat,

lalu bersegera pergi (menuju masjid) dengan berjalan kaki tanpa berkendaraan, mendekat kepada imam, diam dan tidak berkata-kata sia-sia:

maka baginya pada setiap langkahnya itu pahala amal setahun, (yaitu) puasa dan shalatnya.” (HR An-Nasai’, At-Tirmidzi, Abu Daud)

Kelima, Banyak Bershalawat
Membaca shalawat adalah salah satu sunnah utama sepanjang hari Jumat atau pada waktu malamnya.

Berikut sabda Nabi dari Aus bin Aus:

عَنْ أَوْسُ بْنُ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ (أبو داود و النسائي بأسانيد صحيحة)

“Hari terbaik kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah membaca shalawat bagiku sebab shalawat kalian didatangkan (diperlihatkan) kepadaku.” (HR an-Nasai dengan sanad shahih)

Keenam, Membaca Surat Al-Kahfi
Keutamaan membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat sesuai dengan hadis dari Abi Said Al-Khudri bahwa Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ (الحاكم و البيهقي)

“Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat maka sinar akan memancar meneranginya antara dua Jumat“. (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Ketujuh, Banyak Berdoa
Pada hari Jumat ada satu waktu jika beroda maka doa akan Allah kabulkan. Tidaklah seorang hamba meminta kepada Allah pada waktu itu kecuali akan dikabulkan permohonannya.

Ini sesuai hadis dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ قَالَ وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيفَةٌ (رواه الشيخان)

“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu saat tidaklah seorang muslim meminta kepada Allah suatu kebaikan kecuali Allah memberikannya, dan saat (waktu) tersebut sangat sedikit.” (HR Al-Bukhari Muslim)

loading...
loading...

Tags: #Amalan Jum'at #Hari Jum'at #Jum'at Berkah