Inilah Bodohnya Kebodohan yang Biasa Dilakukan Manusia

206 views

Kapanpun dan Dimanapun berada orang islam wajib selalu melakukan amal baik. Jika bulat keinginan melakukan amal baik, jangan menunda-nundanya lagi.

Dalam Kitab Al-Hikam Syekh Ibnu Atha’illah mengatakan kalau  menunda perbuatan baik karena menunggu kesempatan yang lebih luang, itu sebuah tanda kebodohan jiwa.

Dalam kutipan terjemah Al-Hikam, maksud dasri kebodohan jiwa bisa disebabkan beberapa hal. Pertama, bisa disebabkan duniawi yang diutamakan.

Padahal Allah SWT berfirman.

بَلْ تُؤْثِرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ

“Tetapi kamu mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan kekal selamanya.” (QS Al-A’la: 16-17)

Loading...

Kedua, bisa disebabkan tidak tahu masih bisakah dan ada kesempatan melakukan amal baik di masa mendatang?

Padahal ajal bisa saja datang lebih dulu sebelum ia sempat melakukan amal kebaikan.

Ketiga, bisa kerena tekad kurang bulat dalam melakukan amal kebaikan niat lemah  dan mengubah rencananya melakukan amal kebaikan.

Jadi jangan menunda menunggu waktu luas kerjakan sekarang apa yang bisa dikerjakan hari ini.

Waktu sangat berharga maka jangan bunga sia-sia dan jangan habiskan kecuali untuk sesuatu yang bermanfaat.

Bukankah Rasulullah SAW berpesan, Imam Muslim meriwayatkan dalam hadisnya.

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Bersegeralah beramal, sebelum datang fitna (ujian, godaan, keadaan genting yang sulit membedakan antara yang haq dengan yang batil-pen) laksana lipatan malam yang gelap,

pada pagi hari seorang menjadi seorang yang beriman dan di sore hari menjadi seorang yang kafir atau sore hari menjadi seorang yang beriman dan pagi hari menjadi seorang yang kafir, (karena) ia menjual agamanya (hanya) dengan sebagian dari dunia.” (HR. Muslim)

Dalam kitab al-Hikam Ibnu Athaillah As-Sakandari menjelaskan menunda beramal adalah simbol dari kebodohan.

Dikatakan bodoh karena menunda amalnya dengan menunggu waktu luang, padahal bisa jadi dalam menunggu waktu luangnya itu ajal menjemputnya.

Jadi segera bangkit melakukan amal-amal yang bermanfaat dan mendekatkan diri pada Allah sebelum terlambat.

Bukankah Allah sudah mengingatkan dalam QS Al-Fajr: 23-24

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.”

Tags: #Bodohnya Bodoh #Jiwa Hampa #Manusia Bodoh