Inilah Cara Menghadapi Suami Pelit Sesuai Hadits Nabi SAW

538 views

Sebagai suami berkewajiban memberikan nafkah kepada istrinya. Namun bagaimana jika sang suami pelit memberikan nafkah atau bahkan tidak memberikan nafkah?

Dalam buku Serial Hadis Nikah 6 Hak dan Kewajiban Suami Istri Firman Arifandi menjelaskan bahwa istri diperbolehkan mengambil nafkah jika suami pelit dengan catatan sesuai kadar yang dibutuhkan.

Dalam sebuah hadits dijelaskan ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Hindun binti Utbah istri Abu Sufyan masuk menemui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah, sungguh Abu Sufyan adalah orang yang pelit.

Ia tidak memberiku nafkah yang cukup untukku dan anak-anakku kecuali aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah yang demikian itu aku berdosa? Beliau bersabda: “Ambillah dari hartanya yang cukup untukmu dan anak-anakmu dengan baik.” (Muttafaq Alaihi)

Dan jika kasusu di atas berkelanjutan maka sang istri berhak menggugat cerai sang suami.

Allah SWT berfirman:

Loading...

 

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ ۗ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا إِلَّا أَن يَخَافَا أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.

Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.

Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya.

Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah: 229)

Karena istri harus diberi nafkah oleh suaminya. Nafkah istri bisa berupa makan dan minum, rumah dan perlengkapannya, obat, dll.

Dalil atas hal itu yakni sebagaimana Surah At Thalaq ayat 7:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

 

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.

Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”

Hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari jalur Abu Hurairah RA, menyebutkan bahwa ada seseorang datang kepada Nabi SAW lalu menyampaikan dirinya punya satu dinar. Kemudian Nabi SAW bersabda, “Nafkahilah dirimu sendiri.”

Orang itu berkata kembali bahwa dia punya satu dinar lagi. Nabi SAW bersabda, “Nafkahi anakmu.” Orang itu berkata kembali ia punya satu dinar.

Nabi SAW bersabda, “Nafkahi istrimu.” Lalu dia mengatakan punya satu dinar lagi. Nabi SAW bersabda, “Nafkahi pembantumu.” Kemudian berkata lagi punya satu dinar lagi.

Lantas Nabi SAW bersabda, “Engkau lebih tahu (siapa yang harus diberi nafkah).”

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa hak nafkah istri dari suami itu wajib.

Tags: #Kewajiban Suami #Nafkah Suami #Suami Pelit