Inilah Cara Menyikapi Takdir Buruk Selaku Manusia Biasa

318 views

Takdir sudah ditentukan Allah sejak di lauhul Mahfudz. Beragam keadaan terjadi kapan saja sesuai dengan apa yang ditakdirkan oleh Allah SWT.

Manusia harus menyikapi takdir Allah SWT baik maupun buruk dengan hati lapang dada dan ikhlas serta qona’ah.

Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi menjelaskan, semenjak diciptakan manusia, sifat dasarnya adalah tidak puas dengan apa yang telah digariskan oleh Allah dan suka berkeluh kesah dengan takdir yang tak sesuai dengan keinginan hatinya.

Jika diberi kesenangan, sebab  kesenangan itulah kadang manusia lalai dan terbuai. Jika diuji dengan perkara yang ralatis sulit manusia cenderung mengeluh.

Dan jika diberi kesulitan yang berkepanjangan, maka ia akan bersedih dan gelisah  yang tak kunjung selesai dan selalu terlarut dalam kesedihan itu.

Sejatinya apapun yang terjadi pada umat manusia tetap menjadi kebaikan serta semakin kuatnya iman dan sabar karena semua itu hanyalah ujian bagi orang yang akan di angkat derajatnya oleh Allah.

Loading...

Hanya orang yang mempunyai iman yang kokohlah yang mampu menyikapi perubahan situasi dan keadaan dengan ikhlas dan tabah.

Manusia harus meyakini keagungan dan kekuasaan Allah dan menyadari akan kelemahan dirinya.

 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ.

Dari Anas bin Malik dari Rasulullah bersabda: “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka.

Oleh karena itu, barangsiapa ridla (menerima cobaan tersebut) maka baginya keridhaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.” (Hadits Ibnu Majah Nomor 4021)

Semoga Allah ridha dengan apa yang kita perbuat sehari-hari dalam menyikapi takdir.

loading...
loading...

Tags: #Lauhul Mahfud #Takdir Allah #Takdir baik #Takdir Buruk