Inilah Doa Nabi SAW agar Menjadi Umat yang Bercahaya Jiwa Raganya

869 views


Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi umatnya. Nabi memberikan contoh berdoa meminta cahaya dalam hidup sehari-hari. Diceritakan oleh Abdullah bin Abbas bahwa dia pernah tidur di dekat Rasulullah.

Tiba-tiba, Nabi SAW bangun lalu bersiwak (sikat gigi) dan berwudhu. Selanjutnya, beliau membaca surah Ali Imran ayat 190-200. Setelah selesai, Rasul shalat dua rakaat. Baik berdiri, ruku, dan sujud semuanya dilakukan dalam waktu yang panjang.

Setelah shalat dua rakaat, Nabi SAW tidur lagi. Hal demikian dikerjakannya sampai tiga kali, sehingga semuanya enam rakaat. Semua itu dilakukannya dengan bersiwak, berwudhu, serta membaca ayat yang sama. Dan Setelah itu, Rasul menunaikan shalat witir tiga rakaat. Setelah adzan berkumandang, Beliau keluar untuk shalat Subuh. Beliau berdoa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِي نُورًا وَمِنْ أَمَامِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا

“Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya dan di dalam lisanku (juga) cahaya. Jadikanlah di dalam pendengaranku cahaya dan di dalam penglihatanku (juga) cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku (juga) cahaya. Jadikanlan dari atasku cahaya dan dari bawahku (juga) cahaya. Ya Allah, berilah aku cahaya.” (HR Bukhari Muslim).

Dalam doanya itu yang pertama Nabi sebutkan adalah hati. Hati yang bercahaya dan bersinar dan memberi efek terang pada seluruh tubuh.

Selain itu Rasulullah juga menyebutkan lisan, pendengaran, penglihatan, belakang, depan, atas, dan bawah agar semuanya bercahaya. Manusia yang hatinya penuh dengan cahaya akan merasakan luas dan lapang di dalam dadanya.

Loading...

Rasulullah bersabda, “Ketika cahaya telah masuk di dalam hati maka (hati itu) akan menjadi luas dan lapang.” Para sahabat bertanya, “Apa tandanya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Al-inabah ila dar al-khulud, wa at-tajafa‘an dar al-ghurur, wa al-isti’dad lil maut qabla nuzulih.” (HR At Tirmidzi).

Menjadi manusia yang penuh dengan cahaya tidaklah mudah. Selain harus membersihkan hati dari segala penyakit hati, pancaindra yang lain juga harus digunakan pada hal-hal yang baik pula. Mata, telinga, mulut dan panca indera yang lain harus dijaga dari maksiat yang bisa mengotorinya.

Jika cahaya identik dengan kebaikan, orang bercahaya adalah orang yang baik lahir dan batinnya. Lahir dan Batinnya memancarkan cahaya kebaikan yang menyinari bagi manusia lainnya.

Kebalikannya adalah kegelapan yang identik dengan kejelekan, kejahatan, dan kesesatan. Orang yang tidak memiliki cahaya, ia akan hidup dalam kegelapan karena ia jauh dari kebaikan dan kebenaran. Jauh dari sifat dan perilaku yang Sholeh.

loading...
loading...

Tags: #Cahaya Ilahai #Doa Nabi #Umat Sempurna