Inilah Dosa Jariyah yang Terus Mengalir Walau Orangnya Sudah Meninggal

481 views

Orang yang menunjukkan kebaikan maka ia akan dapat kebaikan pula. Dan yang menunjukkan pada keburukan maka ia akan mendapatkan keburukan seperti orang yang mengerjakannya. Karena ia tersebut termotivasi sesuai apa yang di tunjukkan pada orang itu.

Nabi SAW bersabda; “Barangsiapa yang menyeru orang lain pada kesesatan (tradisi buruk), maka dia akan menanggung dosa sebagaimana dosa yang dilakukan oleh orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa orang yang mengikutinya.” (HR Muslim)

Allah berfirman;

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

“(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.” (QS An-Nahl [16]: 25)

Setelah mati, Perbuatan manusia dibagi dua macam. Pertama, orang yang mati maka terputus segala amalnya. Mereka tidak dapat apa-apa kecuali ganjaran dari perbuatannya itu sewaktu masih hidup.

Kedua, orang yang telah mati, Namun kebaikan atau keburukannya terus berlangsung dan masih mengalir.
Nah, Tipikal manusia ini terbagi menjadi tiga macam, yaitu orang yang mati; kebaikan dan dosanya berlangsung terus. Maka, di akhirat kelak nasib orang ini tergantung pada timbangan amal kebaikan dan keburukannya.

Loading...

Dan jika orang ini banyak kebaikannya, akan masuk surga, dan masuk neraka jika banyak kejahatannya.
Selanjutnya, orang yang mati; kebaikannya mengalir. Orang semacam ini akan tetap mendapatkan pahala sesuai dengan keikhlasannya kepada Allah. Dan Sungguh Beruntung orang seperti ini.

Selanjutnya, orang yang mati tapi kejahatannya terus membengkak. Betapa buruknya nasib perihal manusia seperti ini. Sungguh malang ujung kehidupannya di sisi Allah.

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin Imam al-Ghazali menyatakan, “Sungguh beruntung orang yang meninggal dunia, maka putuslah dosa-dosanya. Dan sungguh celaka seseorang yang meninggal dunia, tetapi dia meninggalkan dosa yang ganjaran kejahatan terus berjalan tiada hentinya.”

Tags: #Dosa Amal Buruk #Dosa Jariyah #Mengalir Terus