Inilah Jihad Perempuan yang Sesungguhnya Menurut Nabi dan Para Sahabat

1005 views

Ayat-ayat Al-Qur’an yang menyeru berjihad tidah hanya diarahkan kepada kaum laki-laki saja. Namun untuk seluruh ummat Islam. Para istri sahabat ikut serta dalam peperangan bersama kaum pria. Mereka tidak menyingkir dari peperangan.

Meski ada wanita memilih terjun perang, namun tugas wanita sebaiknya tidaklah fisik. Masih banyak peran yang lebih berarti.

Perlu diketahui bahwa jihad tidaklah hanya melawan tiga macam munusia, yaitu musuh kasat mata, hawa dan nafsu. Memerangi musuh Islam dengan jalan perang hanyalah salah satu cara pengertian jihad.

Imam Al-kasani, salah satu ulama dari kalangan Hanafiah berkata, “Jihad tidak diwajibkan bagi anak kecil dan wanita, karena keduanya tidak pantas memikul beratnya peperangan.” (Al-Bada’i Sana’i, 9/4301)

Terbukti dengan adanaya ayat jihad yang tidak bermakna perang atau pembunuhan, firman dalam QS Al Furqan ayat 52 menyebutkan:`

وَلَوْ شِئْنا لَبَعَثْنا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيراً فَلا تُطِعِ الْكافِرِينَ وَجاهِدْهُمْ بِهِ جِهاداً كَبِيراً وَما أَرْسَلْناكَ إِلَّا مُبَشِّراً وَنَذِيراً

Loading...

Jika mau, kami utus di setiap perkampungan seorang pemberi peringatan. Jangan patuhi orng-orang yang kafir. Dan jihad mereka dengannya dengan jihad besar. Dan kami tidak mengutusmu kecuali sebagai pemberi kabar bahagia dan peringatan.

Perihal jihadnya seorang perempuan dalam Islam, Ali Ibn Abi Thalib menjelaskan bahwa ketaatan yang baik kepada suami adalah bernilai jihad bagi perempuan. Dalam kitab “Hikam Ali Ib Abi Thalib” disebutkan:

الصلاة قربان كل تقي والحج جهاد كل ضعيف ولكل شيئ زكاة وزكاة البدن الصيام وجهاد المرأة حسن التعبل

Salat adalah upaya mendekatkan diri bagi setiap oaring yang bertaqwa, haji adalah jihad bagi setiap orang yang lemah, segala sesuatu ada zakatnya, dan zakatnya tubuh adalah puasa, dan jihadnya seorang perempuan adalah ketaatan yang baik kepada suami.

Jihad tidak selalu tentang peperangan, karena bagi seorang perempuan jihad adalah ketaatan kepada suaminya.dalam hal kebaikan bukan hal keburukan.

Jika dengan taat seorang istri sudah seperti orang-orang yang berjihad lantas kenapa harus susah payah mencari yang susah.

Dengan menjadi istri yang taat maka pahala yang didapat sudah setara dengan pahala berjihad.

Dan ketika seorang istri sudah menjaga sholat lima waktu, berpuasa serta menjaga kemaluannya juga taat kepada suaminya, maka ia akan mendapatkan hak untuk memasuki syurga dari pintu manapun.

Seperti hadis diabwah ini:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ
الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadis ini shahih)

[bincangsyariah.com]

loading...
loading...

Tags: #Istri Taat #Jihad #Perempuan Berjihad