Inilah Pandangan Islam Dalam Menyikapi Orang yang Mabuk Cinta

152 views

Cinta adalah anugerah terindah. Hayalan akan terasa indah jika berbicara soal cinta. Cinta kadang memang mebuat kita menjadi sangat bahagia karena di buang indahnya cinta.

Tapi Ternyata cinta tidak selamanya membuat hati tentram dan damai. Ada cinta yang dapat membuat hati menjadi gundah dan sengsara, itulah yang dinamakan dengan mabuk cinta.

Dalam Raudhah Al-Muhibbin Ibnu Qayyim Al-Jauzi menjelaskan bahwa beragam perkara yang menyebabkan manusia mengalami yang namanya mabuk cinta.

Di antara sebab-sebab orang mengalami timbulnya rasa mabuk cinta adalah karena mencintai dan mendamba sebuah rupa.

Seseorang yang memuja dan mencintai akan rupa dari orang yang dicintai, maka menjadi sebab akan kuatnya cinta dan dia menjadi mabuk, mabuk cinta.

Perasaan dan khyalannya jauh melayang-layang. Berfantasi jauh dengan angan bersama sang kekaksih yang dicintainya.

Loading...

Menurut Ibnu Qayyim, dalam keadaan seperti itu penalaran dan akal orang yang dibuai asmara dan cinta akan berkurang. Bahkan banyak yang mengesampingkan nalarnya.

Tapi disisi lain mabuk cinta tak hanya berbicara orang dengan orang semata tapi jauh dari hal itu.

Ibnu Qayyim berpendapat lagi mengenai hal cinta yaitu ada hal-hal lain yang dapat membuat orang dibuai cinta, fanatisme, dan ego. Penyebab itu adalah harta, kedudukan, dan amarah yang memuncak.

Ketika kemarahan sudah memuncak, kemabukan dari orang itu  seperti orang yang mabuk minuman. Oleh sebab itulah, Nabi Muhammad bersabda: “Tidak ada talak ketika marah,”.

Tags: #Cinta dalm islam #Mabuk Cinta #Terbuai Asmara