Inilah Perkara yang Meninggikan dan Merendahkan Derajat Manusia Hingga Mati

253 views

Perlu kita pahami bersama bahwa cobaan yang kita rasakan  kadang dapat meninggikan derajat di sisi Allah.

Orang yang semakin tinggi kualitas imannya, maka semakin berat pula ujiannya. Dan cobaan yang berat juga  akan dibalas dengan pahala yang besar.

Yang harus kita lakukan adalah bersabar. Sebab sabar juga tanda keimanan dan kesempurnaan tauhid seorang hamba.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia.

Loading...

Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396).

Juga dari hadits Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka.

Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031).

Merupakan  cinta Alla pada seorang hamba maka  Allah akan mengujinya dengan apa yang Allah kehendaki. Allah maha tahu dengan keadaan hamba-Nya.

Kata Lukman pada anaknya, “Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.”

Seorang hamba yang ridho dengan ketetapan Allah, maka Allah akan ridho padanya dan mendapat pahala yang besar.

Dan yang tidak suka pada ketetapan Allah, maka akan mendapat siksa Dari Allah.

Seorang hamba yang Allah inginkan kebaikan padanya ia akan diberi hukuman di dunia berbentuk musibah yang ia tidak suka sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa.

Dan jika seorang hamba diinginkan kejelekan ia akan berduabt dosa  hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.

Ath Thibiy berkata, “Hamba yang tidak dikehendaki baik, maka kelak dosanya akan dibalas hingga ia datang di akhirat penuh dosa sehingga ia pun akan disiksa karenanya.”

(Lihat Faidhul Qodir, 2: 583, Mirqotul Mafatih, 5: 287, Tuhfatul Ahwadzi, 7: 65)

Dalam Tuhfatul Ahwadzi disebutkan, “Hadits di atas adalah dorongan untuk bersikap sabar dalam menghadapi musibah

setelah terjadi dan bukan maksudnya untuk meminta musibah datang karena ada larangan meminta semacam ini.

Tags: #Derajat Rendah #Derajat Tinggi #Manusia Lalai