Inilah Sahabat yang Ruhnya Menemui Nabi Karena Rindu Dengan Didampingi Jutaan Malaikat

287 views

Sayyidina Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu adala sahabat nabi yang mempunyai keistimewaan di dalam surga.

Sayyidina Ja’far bin Abi Thalib putra dari Abu Thalib yang mendapat julukan Dzul Janahain (pemilik dua sayap).

Sayyidina Ja’far bin Abi Thalib  adalah sepupu Rasulullah dan juga  kakak dari Ali bin Abi Thalib.

Ja’far besar bersama Abbas bin ‘Abdul Muththalib pamannya. Sayyidina Ja’far bin Abi Thalib  syahid dalam perang Mu’tah pada tahun 629 (awal 8 Hijriyah), yang merupakan perang pertama orang islam melawan ratusan ribu pasukan Romawi (Bizantium).

Perjuangan Sayyidina Ja’far melawan pasukan romawi sunuggu  heroik dan burjuang sampai titih darah pengahabisan oeleh karenanya beliau diabadikan dalam Sirah Nabawiyah.

Pada peperangann itu bendera Rasulullah dipegang Zaid bin Haritsah. Saat Zaid syahid bendera itu kemudian diraih oleh Sayyidina Ja’far.

Loading...

Namun na’as terjadi saat bendera itu, diganti, tangan kanan Ja’far putus ditebas pasukan Romawi.

Tapi dengan gagah Sayyidina Ja’far bin Abi Thalib  tetap berusaha menggenggam bendera Rasulullah dengan tangan kirinya.

Kemudian di tebas lagi tangan kirinya dan terputus, tetap perkasa kemudian beliau merangkul bendera itu dengan kedua lengannya.

Sayyidina Ja’far bin Abi Thalib  tak rala jika bendera baginda Nabi terjatuh ke tanah. Ja’far bertempur habis-habusan.

Ketika mempertahankan bendara Rasulullah terdapat 80 tusukan di tubuhnya. Semua luka itu ada di bagian depan tubuhnya.

Dikarenakan beliau maju terus pantang mundur. Kemudian Para sahabat pun memikul tubuhnya yang penuh luka itu.

“Minumlah air ini,” kata seorang sahabat.

“Aku puasa,” jawabnya lemah.

Sedankan cuaca sangat panas di medan jihad. “Berbukalah hari ini dan berpuasalah di hari lain. Lukamu sangat parah,” bujuk para sahabat.

Saat menjelang wafatnya, Ja’far bin Abi Thalib justru berkata: “Aku ingin berbuka di surga.”

Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk dengan para sahabat di Madinah tiba-tiba menengadahkan wajahnya ke langit dan menjawab salam:

وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya juga menyertaimu.”

Kemudian salah seorang dari mereka kemudian bertanya: “Ya Rasulullah, siapakah yang engkau ajak bicara?”

“Ja’far bin Abi Thalib datang mengunjungiku bersama jutaan Malaikat. Allah mengganti kedua tangannya dengan dua sayap. Ia dapat terbang ke mana pun ia suka di Surga,” jawab Nabi.

“Aku ingin mengucapkan salam kepada kekasihku, aku ingin berada dekat dengan Nabiku, aku ingin melihat Baginda Rasul yang melaluinya aku memperoleh hidayah,” kata Ja’far.

Ruhnya datang menemui Nabi di Madinah dan mengucapkan salam kepada beliau. Karena memandang wajah Nabi membuat hatinya tenteram.

Tags: #Masuk Surga #Sahabat Nabi #Sepupu Nabi