Islam Menganjurkan Suami-Istri Bersikap Romantis

1248 views

Agama islam itu tampak seperti agama yang kaku, penuh aturan, banyak larangan dan segalanya penuh aturan. Sehingga islam dianggap kaku dan mengerikan.

Termasuk dalam urusan perciantaan, padahal pemikiran yang demikian itu tidak benar karena islam itu sangat romantis. Bahkan Nabi pun adalah tipe suami yang sangat romantis terhadap istrinya.

Nabi Muhammad pun sering bercanda dengan istrinya bahkan beliau sering mandi dalam satu bejana dengan istirnya.

Nabi Muhammad adalah tipe suami yang mau mengerjakan keperluan istrinya, suka membantu istrinya, tidak mau merepotkan istrinya, beliau menjahit pakaian yang sobek bahkan beliau membantu sang istri didapur.

Apakah yang demikian masih kurang romantis? Namun pada jaman sekarang tinggal beberapa persen saja yang mau mengerjakan hal tersebut.

Padahal semua istri menginginkan suaminya demikian dan istri mana yang tidak akan bahagia jika diperlakukan dengan demikian?

Loading...

Jika boleh memilih istri akan memilih suami yang setiap harinya perhatian dengan hal-hal kecil dari pada memiliki suami yang selalu memberikan kejuran setiap hatun namun hari-harinya bersikap seperti bos.

Bagi yang tidak yakin bahwa islam itu romantis, maka cobalah membaca kisah Rasulullah SAW, karena didalamnya akan ada banyak kisah romantis yang bisa dipelajari dari para sahabat terdahulu.

Sedikit ada 3 sikap romantis yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad kepada umatnya, berikut ini selengkapnya:

1. Nabi Muhammad Menganjurkan Untuk Menyatakan Cinta Secara Terang-terangan
Ada disebutkan dalam beberapa hadits, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari sahabat Anas bin Malik, beliau berkata:

أن رجلاً كان عند النبي صلى الله عليه وسلم فمر به رجل فقال: يا رسول الله إني لأحب هذا، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: أعلمته؟ قال: لا، قال: أعلمه، قال: فلحقه فقال: إني أحبك في الله، فقال: أحبك الذي أحببتني له

Bahwasanya ada seorang sahabat yang sedang berada di sisi Nabi shāllallahu ‘alaihi wa alihi wasallam, kemudian seseorang lewat di hadapan mereka. Lantas sahabat ini mengatakan: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar mencintai orang ini”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkata kepadanya: “Apakah engkau telah memberitahukan rasa cintamu kepadanya?” Ia berkata: “Belum.” Beliau berkata: “Jika demikian, pergilah dan beritahukan kepadanya”. Maka ia langsung menemui orang itu dan mengatakan “Inni uhibbuka fillah” (sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah), lalu orang tersebut menjawab: “Ahabbakalladzi ahbabtani lahu” (Semoga Allah mencintaimu, Dzat yang telah menjadikanmu mencintai aku karena-Nya)

Hadits diatas juga ditegaskan oleh pendapat Mujahid yang mengatakan,

لقيني رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم فأخذ بمنكبي من ورائي. قال: أما إني أحبّك. قال : أحبك الله الذي أحببتني له. فقال : لولا أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إذا أحب الرجل الرجل فليخبره أنه أحبه. ما أخبرتك. قال: ثم أخذ يعرض علي الخطبة. قال: أما إن عندنا جارية، أما إنها عوراء

“Ada salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu denganku lalu ia memegang pundakku dari belakang dan berkata,

أما إني أحبّك

“Sungguh saya mencintaimu.”

Setelah itu kemudian Mujahid berkata,

أحبك الله الذي أحببتني له

“Semoga Allah yang mencintaimu yang telah membuatmu mencintaiku karena-Nya.”

Hadis ini hanya berlaku untuk seseorang pada mahramnya saja contoh suami ke istri. Tidak untuk pasangan yang belum halal dalam status pacaran atau tunangan.

Cobalah sesekali kita mengungkapkan perasaan cinta kepada pasangan kita. Maka tentu suasananya akan berbeda dan akan menjadi romantis apalagi jika diucapkan dengan penuh romantis, penuh kasih sayang dan tersenyum.

2. Menunjukkan Kasih Sayang Dengan Perbuatan
Mengusap, membelai dan menciuam pasangannya. Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Jarir bin Abdullah, ia berkata, Rasulullah bersabda:

مَنْ لَا يَرْحَمْ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya” (HR.Muslim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ :أَنَّ الْأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ أَبْصَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِي عَشْرَةً مِنْ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( إِنَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ)) (رواه مسلم)

Darib Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu : ia berkata:Bahwa Aqra’ bin Habis pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mencium Hasan. Dia (Aqra’ bin Habis) lalu berkata: Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak namun aku tidak pernah mencium satupun dari mereka. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi “ (HR.Muslim)

3. Saling Memberikan Hadiah
Jika kita ingin membuat pasangan kita bahagia, sebaiknya kita belikan hadiah yang ia sukai. Dengan membelikan hadiah, disamping pasangan kita bahagia pernikahan pun akan menjadi lebih hidup dan bahagia.

Imam Malik di dalam Al-Muwatha’ mengeluarkan hadis dari Atha’ ibn Abdillah al-Khurasani bahwa Rasul saw. juga pernah bersabda:

تَصَافَحُوا يَذْهَبْ الْغِلُّ، وَتَهَادَوْا تَحَابُّوا، وَتَذْهَبْ الشَّحْنَاءُ

“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang rasa dengki; dan saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian kalian akan saling mencintai dan akan lenyap rasa permusuhan” (HR Malik).

Itulah beberapa hal yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dan semua itu menunjukkan bahwa agama islam sangat romantis.

Dengan mengamalkan beberapa hal diatas didalam pernikahan maka pernikahan kita akan lebih bahagia dan bermakna.

Begitu indah dan membahgaiakan karena didalam agama islam cinta dan kasih sayangnya adalah penuh tanggung jawab. [ummi-online.com]

Tags: #Harus Romantis #Sikap Suami dan Istri #Suami-Istri Harus Bersikap Romantis